Ilustrasi resep bandeng presto praktis. Foto: Diskominfo Jember.
Publikbicara.com – Hidangan berbahan dasar ikan kerap menghiasi meja makan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Dalam tradisi Tionghoa, ikan melambangkan kelimpahan dan surplus rezeki. Di Indonesia, salah satu olahan yang populer adalah bandeng presto, sajian khas yang dikenal dengan tekstur daging lembut dan duri yang lunak.
Bandeng presto dipilih karena selain memiliki cita rasa gurih, proses memasaknya dengan teknik presto membuat durinya aman dikonsumsi. Hal ini menjadikannya menu favorit keluarga saat momen kebersamaan.
Untuk membuat bandeng presto, bahan utama yang digunakan adalah dua ekor bandeng ukuran besar yang telah dibersihkan.
Bumbu halus terdiri dari bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, ketumbar, garam, dan gula. Aroma tambahan diperoleh dari daun salam dan serai, sementara daun pisang digunakan sebagai alas saat proses memasak.
Setelah bumbu dihaluskan, ikan dilumuri secara merata hingga ke bagian dalam perut dan didiamkan sekitar 30 menit agar meresap.
Ikan kemudian disusun dalam panci presto yang telah dialasi daun pisang, diberi tambahan daun salam dan serai, lalu dituangkan air secukupnya.
Proses memasak berlangsung sekitar 60 hingga 90 menit setelah tekanan penuh tercapai. Teknik ini memungkinkan duri bandeng menjadi lunak tanpa mengurangi keutuhan bentuk ikan. Setelah api dimatikan, panci harus dibiarkan hingga tekanan turun sempurna sebelum dibuka.
Dalam penyajiannya, bandeng presto dapat langsung dihidangkan bersama nasi hangat dan sambal. Untuk tampilan lebih meriah saat Imlek, ikan bisa digoreng sebentar hingga bagian luar sedikit kering atau ditambahkan saus asam manis serta taburan daun bawang.
Pemilihan bandeng segar menjadi kunci keberhasilan hidangan ini.
Ciri ikan segar antara lain mata yang jernih dan insang berwarna merah. Selain itu, membuka panci sebelum uap habis sangat tidak disarankan demi keamanan dan kualitas hasil akhir.
Dengan proses yang relatif sederhana namun sarat makna, bandeng presto tetap menjadi salah satu pilihan menu yang tak lekang oleh waktu dalam merayakan Tahun Baru Imlek bersama keluarga.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












