Beranda Daerah Banjir Rendam 34 Desa di Grobogan, 5.214 KK Terdampak dan Tanggul Jebol 

Banjir Rendam 34 Desa di Grobogan, 5.214 KK Terdampak dan Tanggul Jebol 

Debit air meluas hingga ke jalan raya Purwodadi-Semarang, Senin (16/2). Foto: BPBD Kabupaten Grobogan).

Publikbicara.com – Banjir melanda 34 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2) dini hari. Sebanyak 5.214 kepala keluarga (KK) terdampak dan satu unit rumah dilaporkan rusak berat akibat luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan (BPBD) menyebutkan banjir dipicu hujan deras sejak pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang. Luapan menyebabkan genangan dengan ketinggian bervariasi antara 20 sentimeter hingga satu meter.

Di Kecamatan Kedungjati, tujuh desa terdampak luapan Sungai Tuntang dengan tinggi muka air 20 – 40 sentimeter. Sementara di Kecamatan Tegowanu, tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari dan tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, dilaporkan jebol sehingga memperparah genangan di permukiman dan lahan pertanian seluas 102 hektare.

Di Kecamatan Purwodadi, genangan masih bertahan di sejumlah titik hingga Senin siang.

Perumahan Permata Hijau di Kelurahan Kalongan menjadi wilayah terdampak signifikan dengan ketinggian air mencapai satu meter dan 1.180 KK terdampak. Beberapa desa di Kecamatan Penawangan dan Pulokulon juga masih tergenang, sementara warga di Dusun Legundi, Desa Karangharjo, melakukan evakuasi mandiri.

Kerusakan tanggul turut terjadi di Kecamatan Karangrayung, tepatnya di Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, dengan panjang jebol masing-masing sekitar 15 meter. Air sempat mengalir deras ke permukiman sebelum berangsur surut.

Banjir juga berdampak pada jalur transportasi nasional. Rel kereta api lintas utara rute Jakarta – Surabaya terendam di Km 32 pada petak antara Karangjati dan Gubug, sehingga perjalanan terganggu. Petugas melakukan pengamanan untuk memastikan keselamatan operasional.

READ  Material Longsor Tutup Sementara Akses Jalan Nirmala 

Hingga pukul 14.00 WIB, tinggi muka air di Bendung Sedadi tercatat 26,68 mdpl atau pada level siaga dan menunjukkan tren penurunan. Namun Pos Menduran mencatat kenaikan debit air sehingga potensi banjir susulan masih perlu diwaspadai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, distribusi logistik, serta penguatan tanggul darurat di sejumlah titik.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan berintensitas tinggi masih dapat terjadi dalam dua hari ke depan.

Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakCFD Tegar Beriman Dapat Apresiasi Jusuf Hamka, Dorong Danau Kabantenan Jadi Ikon Wisata