Beranda Daerah Prabowo Tegaskan MBG Bukan Program Populis, tapi Investasi SDM Jangka Panjang

Prabowo Tegaskan MBG Bukan Program Populis, tapi Investasi SDM Jangka Panjang

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta groundbreaking 107 SPPG Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres.

Publikbicara.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, bukan sekadar kebijakan populis.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta melakukan peletakan batu pertama 107 SPPG Polri yang dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Menurut Presiden, program makan bergizi gratis telah lama diterapkan di berbagai negara maju dan demokratis. Ia menyebut kebijakan serupa bukan hal baru dalam tata kelola pembangunan sosial modern.

“Puluhan negara lain melaksanakan program makan bergizi gratis untuk rakyatnya. Negara-negara maju dan demokratis pasti punya program seperti ini,” ujar Prabowo dikutip dari BPMI Setpres.

Prabowo menyadari, urgensi program tersebut mungkin tidak sepenuhnya dirasakan oleh kelompok masyarakat yang berkecukupan. Namun bagi keluarga rentan secara ekonomi, intervensi negara dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Ia juga mengakui bahwa sejak awal peluncuran, MBG tidak lepas dari kritik. Meski demikian, Presiden menegaskan keyakinannya bahwa kebijakan tersebut berada pada jalur yang tepat.

“Saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Tujuan kita benar dan baik,” katanya.

Presiden menjelaskan, latar belakang program MBG berangkat dari tingginya angka stunting yang pernah mencapai 25 persen anak Indonesia.

Ia menilai persoalan tersebut tidak dapat diatasi hanya melalui wacana, melainkan membutuhkan intervensi langsung pemerintah kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta kelompok rentan lainnya.

READ  Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Listrik, Dorong Swasembada Energi Bersih

Terkait pembiayaan, Presiden memastikan program ini didanai melalui efisiensi dan penghematan anggaran negara tanpa melampaui batas defisit yang telah ditetapkan. Ia menyebut defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Defisit kita masih di bawah 3 persen dari PDB. Kita akan berusaha sekeras mungkin untuk menguranginya,” ujarnya.

Hingga saat ini, pemerintah mengklaim program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, didukung lebih dari 22 ribu SPPG yang tersebar di berbagai daerah.

Presiden mengilustrasikan capaian tersebut setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau setara 10 kali jumlah penduduk Singapura, serta dua kali jumlah penduduk Malaysia.

Pemerintah menempatkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari strategi transformasi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada pembentukan generasi sehat dan produktif sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakBojan Hodak Pastikan Mental Persib Tak Goyah Jelang Duel Penentuan di GBLA