Beranda Daerah Operasi SAR Longsor Pasirlangu Ditutup

Operasi SAR Longsor Pasirlangu Ditutup

Publikbicara.com – Dua puluh dua hari bukan waktu yang singkat. Di lereng yang masih menyisakan luka tanah longsor Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, ratusan personel berjibaku dengan waktu, cuaca, dan ketidakpastian. Jumat (13/11/2026), fase itu resmi berakhir.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menutup Operasi SAR bencana longsor melalui apel resmi yang dipimpin SAR Mission Coordinator sekaligus Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana.

Apel tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta keluarga korban sebuah momen hening yang menandai berakhirnya fase pencarian intensif.

Selama 22 hari operasi, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 101 bodypack. Dari jumlah tersebut, 83 korban telah teridentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI).

Namun hingga operasi resmi ditutup, masih terdapat 20 korban yang belum ditemukan.

“Seluruh proses pencarian dilakukan dengan profesionalisme, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap para korban. Ini adalah operasi kemanusiaan yang kami jalankan sepenuh hati,” ujar Ade Dian Permana.

Sejak hari pertama, medan pencarian di Pasirlangu berada dalam kondisi tidak stabil. Struktur tanah yang labil, perubahan cuaca ekstrem, serta potensi longsor susulan menjadi ancaman konstan bagi keselamatan personel.

Meski demikian, unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, tim DVI, relawan, dan masyarakat tetap bekerja tanpa henti. Koordinasi lintas sektor menjadi tulang punggung operasi.

Setiap evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional, guna memastikan keamanan personel sekaligus menjaga martabat korban.

Keputusan penghentian operasi diambil setelah evaluasi menyeluruh yang mempertimbangkan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan tim di lapangan.

“Penutupan ini adalah batas formal fase tanggap darurat pencarian. Namun komitmen kemanusiaan dan empati kami kepada keluarga korban tidak pernah berhenti,” tegas Ade.

READ  Motor Pasutri Lolos Rem di Pabangbon, Tabrak Tugu Batu: Suami Tewas di Tempat

Dalam apel penutupan, Basarnas menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama operasi ada hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan.

Di Pasirlangu, solidaritas menjadi wajah paling nyata dari tragedi.

“Di lokasi ini, kita melihat kemanusiaan melampaui sekat institusi dan seragam,” pungkasnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakMenuju Kota Modern, Ketua DPK KNPI Tenjo Minta Pembangunan SDM Jadi Prioritas