Presiden Prabowo Subianto bersama perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Negara. Foto :Instagram/@sekretariat.kabinet.
Publikbicara.com – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan ratusan perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Dalam forum strategis tersebut, Presiden Prabowo memberikan pengarahan langsung kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri sebagai panglima tertinggi.
Fokus utama arahan Presiden menekankan pentingnya profesionalisme, soliditas, serta peran TNI-Polri sebagai institusi yang dekat dan dicintai rakyat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo meminta agar TNI dan Polri terus bekerja secara profesional dan menjaga kepercayaan publik.
“Tahun ini Bapak Presiden memberikan pengarahan bagaimana TNI-Polri menjadi institusi yang kuat dan profesional, terutama menjadi tentara rakyat dan polisi yang dicintai rakyat,” ujar Prasetyo Hadi, dikutip dari kanal YouTube Setpres BPMI.
Selain profesionalisme, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan di tubuh kedua institusi. Menurut Prasetyo, Presiden meminta TNI-Polri untuk terus memperbaiki diri demi kepentingan bangsa dan negara.
“Beliau memberikan penekanan agar TNI-Polri terus merapatkan barisan, memperbaiki diri, dan bersatu untuk kepentingan bangsa dan negara,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada TNI dan Polri atas peran aktif mereka dalam mendukung berbagai program pemerintah selama satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
“Dalam pengarahan juga disampaikan penghargaan dan apresiasi kepada TNI-Polri yang selama satu tahun ini menjadi mitra pemerintah dalam membantu program-program yang orientasinya untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” kata Prasetyo.
Terkait isu yang berkembang mengenai wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi bagian dari arahan Presiden dalam Rapim TNI-Polri.
“Enggak ada,” ujar Prasetyo singkat.
Rapim TNI-Polri ini menjadi momentum konsolidasi nasional antara pimpinan sipil dan aparat pertahanan serta keamanan negara dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan keberlanjutan agenda pembangunan nasional.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













