Publikbicara.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin atau yang akrab disapa Jaro Peloy, mengimbau masyarakat di wilayah Bogor Barat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam, khususnya banjir dan tanah longsor saat intensitas hujan meningkat.
Menurut Jaro Peloy, Bogor Barat memiliki catatan sejarah bencana besar yang perlu dijadikan pelajaran bersama. Salah satunya terjadi pada tahun 2020, yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat, baik kerugian material maupun gangguan aktivitas sosial dan ekonomi.
“Bogor Barat ini wilayah rawan bencana. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi komitmen bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat,” ujar Jaro Peloy, Jumat (6/2/2025).
Ia menekankan pentingnya kesiapan sejak dini untuk meminimalkan risiko korban jiwa apabila bencana terjadi. Salah satu upaya yang dinilai strategis adalah penguatan peran Desa Tangguh Bencana (Destana) di setiap wilayah.
Menurutnya, kesiapan aparatur desa dan partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan efektivitas penanganan bencana di saat kondisi darurat. Respons yang cepat dan terkoordinasi diyakini mampu mengurangi dampak bencana secara signifikan.
“Ketika bencana datang, tidak semua orang bisa langsung menolong. Tapi minimal kita siap siaga, tahu harus berbuat apa, dan bagaimana berkoordinasi,” katanya.
Lebih lanjut, Jaro Peloy menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak cukup dilakukan secara insidental, melainkan harus bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. Ia menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan dan kawasan resapan air, sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan kembali kearifan lokal Sunda sebagai pedoman dalam penataan ruang dan lingkungan. Filosofi tersebut, menurutnya, masih sangat relevan untuk diterapkan hingga saat ini.
“Dalam budaya Sunda dikenal konsep gunung kaian, lamping awian, lebak sawahan, legok balongan, datar imahan. Ini adalah tata ruang yang selaras dengan alam dan terbukti mampu mencegah bencana,” jelasnya.
Dengan mengedepankan kesiapsiagaan, penguatan mitigasi, serta pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal, Jaro Peloy berharap risiko bencana di wilayah Bogor Barat dapat ditekan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













