Beranda Daerah Pemulihan Hulu Ciliwung Jadi Kunci Tekan Banjir, Ini Pesan Bupati Bogor

Pemulihan Hulu Ciliwung Jadi Kunci Tekan Banjir, Ini Pesan Bupati Bogor

Publikbicara.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh elemen masyarakat serta pemerintah daerah yang dilintasi Sungai Ciliwung untuk bersama-sama menjaga dan merawat kawasan hulu sungai tersebut.

Menurutnya, hulu Ciliwung memiliki peran vital bagi banyak wilayah, sehingga tanggung jawab pelestariannya tidak bisa dibebankan hanya kepada Kabupaten Bogor.

Ajakan itu disampaikan Rudy saat memimpin kegiatan penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Cisarua, Rabu (5/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penanaman pohon serentak dan pembangunan hutan kota di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

“Hulu Sungai Ciliwung ini milik kita semua. Memang secara administratif berada di Kabupaten Bogor, tetapi yang harus merawat dan memeliharanya adalah seluruh masyarakat yang cinta alam, cinta lingkungan, dan cinta air. Ini kita jaga bersama-sama,” kata Rudy.

Rudy menjelaskan, Sungai Ciliwung berhulu di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, lalu mengalir melintasi sejumlah wilayah hingga DKI Jakarta dan Bekasi. Kondisi hulu sungai, menurutnya, sangat menentukan ketersediaan air bersih, fungsi resapan, serta tingkat risiko bencana banjir dan longsor di wilayah hilir.

Karena itu, ia mengajak daerah-daerah yang menikmati manfaat aliran Sungai Ciliwung untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kawasan hulu. Upaya tersebut ia sebut sebagai bentuk “investasi air” demi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan bersama.

“Ayo kita berinvestasi, investasi air di Kabupaten Bogor. Kalau sumber mata air dan wilayah resapan terjaga dengan baik, kita bisa meminimalkan dampak negatif seperti banjir dan kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Nur Ari Wardoyo, mengapresiasi inisiatif Bupati Bogor melalui program Bogor Menanam untuk Indonesia.

Menurutnya, penanaman pohon dan pemulihan tutupan lahan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung merupakan intervensi berbasis ilmiah yang efektif untuk menekan risiko banjir dan longsor.

READ  Bogor Siaga Akhir Tahun, Car Free Night hingga Ribuan Personel Dikerahkan Amankan Nataru

“Pemulihan ekosistem di wilayah hulu DAS Ciliwung adalah langkah strategis untuk menurunkan risiko banjir dan longsor di wilayah hilir, termasuk Jakarta. Dampaknya memang tidak langsung, tetapi ini langkah penting yang harus dimulai sekarang,” kata Nur.

Ia menegaskan bahwa pemulihan DAS Ciliwung tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga komunitas lokal. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada penanaman, melainkan pada perawatan pohon dan perlindungan tutupan hutan yang sudah ada.

“Ini adalah kerja kolektif. Kalau kita rawat bersama, dampaknya akan kembali kepada kita semua dalam bentuk lingkungan yang lebih aman, lebih lestari, dan lebih berkelanjutan,” pungkasnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakTerungkap! Pelempar Flare ke Arah Emil Audero Ditangkap Polisi Cremona
Artikulli tjetërBangkit dari Tekanan, Tim Beregu Putra Indonesia Menang 3-2