Beranda Nasional Pantau Liga dan Pemain Eropa, Herdman Mulai Bangun Identitas Baru Timnas

Pantau Liga dan Pemain Eropa, Herdman Mulai Bangun Identitas Baru Timnas

John Herdman resmi menjadi pelatih tim nasional sepak bola Indonesia usai diperkenalkan oleh PSSI di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1) pagi. Foto:Gilang/Kemenpora.

Publikbicara.com – Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, menilai kekuatan utama skuad Garuda saat ini terletak pada sektor pertahanan. Penilaian tersebut didasarkan pada hasil pemantauan langsung yang ia lakukan terhadap pemain lokal maupun pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri.

Sejak ditunjuk menangani timnas, Herdman aktif menyaksikan pertandingan Super League 2025/2026 serta melakukan kunjungan ke Eropa untuk memantau pemain abroad.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi menyeluruh jelang agenda FIFA Series pada Maret mendatang.

Menurut Herdman, tahap awal kepemimpinannya difokuskan pada pengumpulan data dan pemetaan potensi pemain agar ia memiliki gambaran utuh terkait kekuatan tim.

“Ketika mengevaluasi di level AFC, saya memiliki pemahaman yang sangat jelas tentang apa yang memberi peluang untuk sukses. Itu berkaitan dengan pemain tier satu dan tier dua,” ujar Herdman, dikutip dari BolaSport.com, Jumat (6/2/2026).

Pelatih asal Inggris itu menyebut bahwa kedalaman pemain Indonesia di level atas Asia cukup kompetitif.

“Kedalaman pemain tier satu dan dua kita, menurut saya, berada di peringkat keempat atau kelima di AFC dalam hal kualitas pool pemain,” katanya.

Herdman menegaskan, mayoritas pemain di level tersebut berasal dari lini belakang, yang menurutnya menjadi fondasi penting bagi tim.

“Banyak dari pemain tersebut adalah pemain bertahan. Itu memberi kita dasar pertahanan yang sangat kuat,” ujarnya melalui kanal YouTube resmi Timnas Indonesia.

Lebih lanjut, Herdman menekankan bahwa tugas utama pelatih adalah memaksimalkan potensi yang tersedia, bukan berandai-andai tentang komposisi ideal.

READ  PWI Tanamkan Nilai Bela Negara ke Wartawan Lewat Retret di Pusdiklat

“Setiap pelatih harus bekerja dengan apa yang ada, bukan dengan apa yang dia pikir harus dia miliki. Jika ini adalah inti dan kekuatan tim kita, maka kami akan membangun di sekitarnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun chemistry antar pemain, yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar timnas.

“Saya pikir dengan para pemain yang kami rekrut, memang dibutuhkan waktu agar mereka benar-benar menyatu,” jelas Herdman.

Selain itu, Herdman mengungkapkan evaluasinya terhadap kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 pada siklus sebelumnya di bawah asuhan Patrick Kluivert. Ia menilai kurangnya koneksi antarpemain menjadi faktor krusial.

“Mereka tidak memiliki cukup waktu untuk membangun koneksi yang dibutuhkan, terutama untuk menghadapi momen-momen sulit saat laga tandang,” ungkapnya.

Namun demikian, Herdman optimistis situasi kali ini berbeda. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, ia yakin koneksi dan identitas permainan timnas dapat terbentuk.

“Talenta itu ada. Kesempatan juga ada sekarang. Tugas kami adalah menyatukannya,” pungkas Herdman.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakGudang Pengolahan Plastik di Babakan Ciparay Dilalap Api