Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026. Foto: PBSI.
Publikbicara.com – Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 menyajikan duel klasik penuh tensi saat Tim Beregu Putra Indonesia berhasil menundukkan Malaysia dengan skor tipis 3-2 pada Matchday 2 Grup D. Laga dramatis ini menegaskan ketangguhan mental Merah Putih yang mampu bangkit dari posisi tertinggal.
Bertanding di nomor beregu putra, Indonesia sempat tertinggal 0-2 setelah dua partai awal gagal menghasilkan poin. Namun, tiga kemenangan beruntun di partai selanjutnya memastikan Indonesia keluar sebagai pemenang sekaligus mengunci posisi juara grup.
Pada partai pembuka, Moh Zaki Ubaidillah yang tampil sebagai tunggal pertama harus mengakui keunggulan Justin Hoh lewat dua gim langsung, 16-21, 19-21. Zaki mengaku masih kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan karena belum sempat melakukan tes sebelumnya.
“Ini pertama kali saya turun sebagai tunggal pertama di level senior. Beban pasti ada, tapi saya banyak belajar. Kalau dipercaya lagi, saya harus bisa membuka jalan untuk tim,” ujar Zaki, dikutip dari laman resmi PBSI, Jumat (6/2/2026).
Indonesia semakin tertekan setelah pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana kalah dari Junaidi Arif/Roy King Yap dalam tiga gim, 13-21, 21-12, 13-21. Leo menilai emosi berlebih menjadi salah satu faktor kegagalan mereka.
“Kami masih terbawa euforia juara Thailand Masters. Terlalu menggebu-gebu tapi kurang terkontrol,” kata Leo. Bagas pun menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa menyumbang poin.
Kebangkitan Indonesia dimulai di partai ketiga. Prahdiska Bagas Shujiwo tampil solid dan menaklukkan Eogene Ewe lewat pertarungan tiga gim, 21-12, 14-21, 21-15. Meski sempat kehilangan fokus di gim kedua akibat cedera ringan di kaki, Prahdiska mampu bangkit di gim penentuan.
“Di gim ketiga saya maksa dari awal, ini momen krusial. Saya yakin saya lebih kuat,” ujarnya.
Momentum Indonesia berlanjut di partai keempat. Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menunjukkan mental baja saat membalikkan keadaan dan menang 16-21, 21-11, 21-19 atas Chong Hon Jian/Haikal Muhammad. Kemenangan ini menyamakan skor menjadi 2-2 dan memaksa laga ditentukan di partai terakhir.
“Kunci di poin-poin kritis, fokus satu poin demi satu poin,” ujar Raymond.
Sementara Nikolaus menilai kepercayaan satu sama lain menjadi penentu kemenangan.
Partai penentuan akhirnya jatuh ke tangan Anthony Sinisuka Ginting. Menghadapi Kong Wei Xiang, Ginting tampil sebagai pemimpin tim dan menang 21-17, 13-21, 21-16. Kemenangan ini memastikan Indonesia menang 3-2 atas rival abadi mereka.
“Tekanannya pasti besar karena partai penentuan. Saya dan lawan sama-sama merasakan itu. Puji Tuhan bisa mengamankan kemenangan dan memastikan kami jadi juara grup,” kata Ginting.
Ginting juga menilai BATC 2026 menjadi ajang simulasi penting menuju Piala Thomas, terlepas dari posisinya sebagai tunggal pertama maupun ketiga.
“Tekanannya sama, hanya beda pola pikir. Tunggal pertama membuka jalan, tunggal ketiga bisa jadi penentu,” pungkasnya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













