Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres. Foto: CC/Eric Bridiers.
Publikbicara.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa risiko penggunaan senjata nuklir berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Pernyataan itu muncul tak lama setelah berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) antara Amerika Serikat dan Rusia.
New START, yang mulai berlaku pada 5 Februari 2011, selama lebih dari satu dekade menjadi pilar pengendalian senjata nuklir global. Perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis dan sistem peluncur yang dimiliki kedua negara. Namun sejumlah ketegangan geopolitik dan kebuntuan diplomatik membuat perjanjian itu tidak diperpanjang dan kini resmi berakhir.
Guterres menyatakan keprihatinannya bahwa berakhirnya perjanjian ini terjadi di saat ketegangan global memuncak, sehingga berpotensi memicu lomba senjata baru dan peningkatan risiko eskalasi nuklir.
“Ini merupakan pukulan bagi upaya pengendalian senjata nuklir dunia,” kata Guterres, dikutip dari Sputnik.
Meski demikian, ia melihat sisi positif dari pernyataan terbaru Washington dan Moskow yang menegaskan kesadaran bersama akan bahaya perlombaan senjata nuklir. Guterres menekankan bahwa komitmen untuk mencegah proliferasi senjata nuklir tetap menjadi kunci stabilitas global.
Guterres juga menyatakan bahwa berakhirnya New START bisa menjadi momentum untuk ‘mengatur ulang’ sistem kontrol senjata, menyesuaikannya dengan kondisi dunia yang berubah cepat.
Sejauh ini belum ada rincian lebih jauh dari kedua negara mengenai langkah selanjutnya dalam negosiasi kontrol senjata nuklir atau pengembangan kerangka kerjasama baru.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













