Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber ekon.go.id.
Publikbicara.com – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi skema kerja fleksibel Work from Anywhere (WFA) yang ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebagian pekerja, khususnya menghadapi periode mobilitas tinggi menjelang Lebaran 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, aturan tersebut saat ini dalam tahap perumusan oleh Kementerian Ketenagakerjaan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
“Work from Anywhere sedang dibuat regulasinya oleh Menteri PAN-RB dan Menteri Tenaga Kerja,” kata Airlangga dikutip dari KompasTV, Selasa (3/1/2026).
Skema ini diharapkan memberi keleluasaan dalam pengaturan waktu dan lokasi kerja, sekaligus membantu mengurai kepadatan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
Selain kebijakan kerja fleksibel, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp12,83 triliun yang akan mulai disalurkan pada Februari hingga Maret 2026.
Menurut Airlangga, stimulus tersebut dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat menjelang Lebaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun ini.
Paket kebijakan mencakup berbagai insentif transportasi, subsidi tarif, hingga bantuan sosial langsung kepada masyarakat.
Pemerintah akan memberikan diskon tiket pesawat domestik sebesar 16 persen, khusus kelas ekonomi. Potongan harga berasal dari skema PPN ditanggung pemerintah, pengurangan airport tax oleh operator bandara, serta potongan harga avtur.
Untuk moda lain, diskon hingga 30 persen akan diberlakukan pada perjalanan kereta api dan kapal laut. Sementara itu, tarif jalan tol akan mendapat potongan 20 persen pada periode tertentu sebelum dan sesudah Lebaran.
Kebijakan ini ditujukan untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus mudik.
Dalam aspek perlindungan sosial, pemerintah menyalurkan bantuan berupa 10 kilogram beras per bulan selama dua bulan, serta distribusi minyak goreng bersubsidi pada periode yang sama.
“Bansos berupa beras 10 kilogram untuk dua bulan, ditambah minyakita untuk dua bulan. Besarannya sekitar Rp12 triliun,” ujarnya.
Program ini menyasar kelompok masyarakat rentan guna menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga.
Pemerintah menargetkan paket kebijakan ini mampu mendorong pergerakan ekonomi lebih agresif pada awal tahun.
Airlangga menilai kuartal pertama memiliki peran penting, mengingat pada periode yang sama tahun lalu pertumbuhan ekonomi relatif melambat.
“Targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah,” tuturnya.
Dengan kombinasi kebijakan fleksibilitas kerja dan stimulus konsumsi, pemerintah berharap aktivitas ekonomi tetap terjaga tanpa mengabaikan kelancaran mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












