Publikbicara.com – Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam peringatan Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76, Senin (26/1).
Momentum tersebut dimanfaatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk memperkuat peran strategis imigrasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan, Hari Bakti Imigrasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas pengabdian insan imigrasi kepada negara.
“Imigrasi adalah wajah negara yang pertama dan terakhir dilihat dunia.
Karena itu pelayanan harus profesional, berintegritas, modern, dan akuntabel,” ujar Agus dalam peringatan yang digelar di Kampus Politeknik Pengayoman, Tangerang.
Ia menekankan kembali empat fungsi utama keimigrasian, yakni pelayanan, penegakan hukum, keamanan negara, dan fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, fungsi tersebut harus berjalan seimbang agar imigrasi tidak hanya menjadi penjaga perbatasan, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu, Kemenimipas meresmikan 18 Kantor Imigrasi baru, menandatangani sejumlah nota kesepahaman, mencanangkan pembangunan Zona Integritas, serta menutup Rapat Koordinasi Pimpinan Tinggi Imigrasi 2026.
Dari sisi kinerja, Agus memaparkan capaian Ditjen Imigrasi sepanjang 2025 melampaui target dengan realisasi program mencapai 101,67 persen. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor keimigrasian tercatat Rp10,45 triliun, meningkat 16,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target pemerintah sebesar Rp6,55 triliun.
Sejumlah inovasi layanan juga dilakukan, termasuk penerapan paspor elektronik secara penuh, integrasi pelaporan kedatangan melalui aplikasi All Indonesia, serta penguatan layanan Makkah Route dan Imigrasi Seamless Process. Dari sisi investasi, kebijakan Golden Visa disebut menyumbang nilai Rp48,29 triliun.
Pengawasan keimigrasian turut diperketat melalui Operasi Wira Waspada dan pembentukan satuan tugas patroli imigrasi di wilayah strategis.
Menghadapi ke depan, Agus mengingatkan jajaran imigrasi untuk waspada terhadap kejahatan transnasional, ancaman siber, dan perdagangan orang yang kian kompleks.
“Kita harus responsif, bekerja kolaboratif, dan hadir memberi solusi dalam setiap persoalan keimigrasian,” katanya.
Ia menutup dengan menegaskan seluruh program yang dijalankan harus berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. (Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













