Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing (dok. REUTERS/Florence Lo/File photo Purchase Licensing Rights).
Publikbicara.com – Pemerintah Tiongkok menyampaikan kecaman keras terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Taiwan yang mencakup relokasi industri semikonduktor ke wilayah AS dengan imbalan penurunan tarif impor.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat, menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk perjanjian resmi antara Taiwan dan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok.
“Tiongkok dengan tegas menentang negosiasi dan penandatanganan perjanjian apa pun yang memiliki konotasi kedaulatan antara wilayah Taiwan dan negara lain,” ungkap Guo, sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (17/1/2026).
Kesepakatan yang diumumkan Washington dan Taipei itu mencakup komitmen investasi Taiwan sebesar 250 miliar dolar AS di sektor manufaktur semikonduktor dan teknologi di Amerika Serikat. Sebagai kompensasi, tarif impor produk asal Taiwan ke AS diturunkan dari sebelumnya 20 persen menjadi 15 persen.
Selain investasi langsung, Taiwan juga disebut akan menyediakan jaminan kredit tambahan senilai 250 miliar dolar AS untuk mendukung perusahaan kecil dan menengah dalam rantai pasok semikonduktor yang melakukan ekspansi ke AS.
Guo menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mematuhi prinsip Satu-Tiongkok serta tiga komunike bersama yang telah disepakati Beijing dan Washington. Ia kembali menekankan bahwa Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Tiongkok.
Dalam kesepakatan tersebut, produsen semikonduktor Taiwan yang membangun fasilitas produksi di Amerika Serikat akan memperoleh fasilitas impor tanpa tarif tambahan selama masa konstruksi tertentu.
Sebelumnya, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) telah mengumumkan rencana investasi senilai 100 miliar dolar AS untuk memperluas fasilitas produksinya di negara bagian Arizona.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa kesepakatan dengan Taiwan bertujuan memperkuat ketahanan rantai pasok dan meningkatkan kapasitas produksi semikonduktor domestik, seiring meningkatnya persaingan global di sektor teknologi strategis. (Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













