Publikbicara.com — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menegaskan tidak terjadi ledakan maupun korban jiwa dalam insiden kemunculan asap di area tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor. Informasi yang menyebut adanya ratusan korban disebut sebagai hoaks.
General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam UPBE Pongkor, Nilus Rahmat, menyatakan perusahaan telah mengevakuasi seluruh pekerja dan berkoordinasi dengan Forkopimda.
“Hasil pengecekan menyeluruh memastikan tidak ada korban jiwa,” ujarnya, Selasa (14/1/2026).

Bupati Bogor Rudy Susmanto yang meninjau langsung lokasi bersama Forkopimda juga membantah narasi korban hingga 700 orang.
“Setelah verifikasi lapangan, tidak ada satu pun pekerja PT Antam yang menjadi korban,” katanya.
Namun, di luar pernyataan resmi tersebut, muncul laporan adanya korban dari masyarakat.
Komandan Brigade GPII Ardi Yansah mendesak audit investigatif independen terkait insiden asap di kawasan IUP PT Antam Pongkor, menyusul kabar sejumlah gurandil (penambang tradisional) meninggal dunia diduga akibat menghirup asap.

Aliansi Masyarakat Menggugat mempertanyakan klaim “tanpa korban”. “Jika bukan karyawan PT Antam, lalu siapa yang menjadi korban? Faktanya, ada korban jiwa dari masyarakat,” tegas Sekjen Aliansi, Rizal Fahlevi, Jumat (16/1/2026).
Anggota DPR RI Adian Napitupulu yang turun ke lokasi menekankan empati dan tanggung jawab.
“Mau karyawan atau bukan, selama itu manusia, harus ada empati. Sebagai BUMN, Antam tetap bertanggung jawab karena kejadian terjadi di dalam IUP,” ujarnya.
Insiden Pongkor pun bergeser dari sekadar bantahan hoaks menjadi pertanyaan mendasar, siapa yang diakui sebagai korban, dan siapa yang terhapus dari cerita.***
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













