Beranda Internasional AS Tekan Iran dari Jalanan hingga Ekonomi Global, Protes Berdarah Kian Meluas

AS Tekan Iran dari Jalanan hingga Ekonomi Global, Protes Berdarah Kian Meluas

Aksi demonstrasi di Mashhad, Provinsi Razavi Khorasan, Iran, dalam tangkapan layar yang diperoleh dari video media sosial yang dirilis pada 10 Januari 2026. (SOCIAL MEDIA/via REUTERS).

Publikbicara.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyerukan rakyat Iran untuk melanjutkan gelombang demonstrasi anti-pemerintah dan mulai mengambil alih lembaga-lembaga negara.

Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa akibat penumpasan aksi protes terbesar di Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Pernyataan Trump pada Selasa (13/1) muncul bersamaan dengan pengakuan pemerintah Teheran mengenai skala kekerasan yang terjadi.

Dikutip dari Reuters (14/1/2026) Kelompok hak asasi manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan sedikitnya 2.003 kematian telah terverifikasi, dengan sekitar 1.850 di antaranya merupakan demonstran. Selain itu, lebih dari 16.000 orang dilaporkan ditahan aparat keamanan.

Trump menyatakan telah membatalkan seluruh rencana pertemuan dengan pejabat Iran hingga kekerasan terhadap warga sipil dihentikan. Ia juga melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penindasan, dengan menegaskan bahwa mereka akan “membayar harga yang sangat mahal”.

Meski menjanjikan bantuan bagi rakyat Iran, Trump menolak merinci bentuk dukungan yang dimaksud. Namun, dalam pernyataan sebelumnya, ia menyebut bahwa opsi tindakan militer tetap berada di atas meja sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran.

Pemerintah Iran bereaksi keras terhadap pernyataan tersebut.

Teheran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang berada di balik upaya destabilisasi politik serta penghasutan kekerasan di dalam negeri.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, mengecam seruan Trump sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan negara dan menuntut pertanggungjawaban hukum atas jatuhnya korban sipil.

Di tengah pemadaman dan pembatasan akses internet yang masih diberlakukan, dukungan internasional terhadap demonstran Iran terus menguat. Layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk dilaporkan digratiskan bagi warga Iran guna membantu mereka memintas sensor informasi pemerintah.

READ  Sri Mulyani Soroti Kebijakan Tarif Donald Trump: Ancaman Baru di Perdagangan Global

Tekanan terhadap Iran juga meningkat di sektor ekonomi global. Trump mengumumkan penerapan tarif impor sebesar 25 persen bagi negara mana pun yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran. Kebijakan tersebut langsung menuai kritik, terutama dari China, yang menilai langkah tersebut berpotensi memperburuk ketegangan global.

Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai rezim ulama di Iran tengah berada di persimpangan krisis. Ia memprediksi bahwa pemerintahan saat ini menghadapi masa-masa sulit akibat kegagalan mengatasi krisis ekonomi domestik dan ketergantungan pada kekuatan militer untuk mempertahankan kekuasaan.

Gelombang protes yang terus meluas, ditambah tekanan internasional yang kian intens, menempatkan Iran dalam situasi paling genting dalam satu dekade terakhir. (Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakMenteri LH Sidak Pasar Caringin
Artikulli tjetërSudah Pernah Menewaskan, Jalan Rusak Panyaungan – Nanggung Kembali Celakakan Warga