Pohon Durian di salah satu tempat wisata buah Durian di Desa Setu, Kecamatan Jasinga.
Publikbicara.com – Memasuki puncak musim hujan, para petani durian di berbagai daerah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit tanaman, khususnya busuk akar dan busuk batang yang disebabkan jamur Phytophthora palmivora. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu penyebab utama kematian mendadak pohon durian di lahan tropis basah.
Sejumlah referensi ilmiah menyebutkan durian merupakan tanaman yang sangat sensitif terhadap genangan air. Tanah yang terlalu lembap dalam waktu lama dapat memicu perkembangan jamur patogen yang menyerang sistem perakaran, sehingga menghambat penyerapan nutrisi dan menyebabkan pohon layu hingga mati.
Pakar agronomi menegaskan bahwa pengelolaan drainase menjadi langkah paling krusial selama musim hujan. Petani disarankan membuat parit atau saluran air di sekeliling pohon agar air hujan tidak menggenang di area pangkal batang. Penanaman di lahan miring juga dinilai efektif untuk mempercepat aliran air keluar dari zona akar.
Selain itu, genangan air yang dibiarkan terlalu lama terbukti meningkatkan kelembapan tanah, kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur patogen. Karena itu, petani diimbau untuk rutin memeriksa lahan, terutama setelah hujan deras, guna memastikan tidak ada air yang tertahan di bawah tajuk tanaman.
Pengendalian penyakit jamur juga menjadi perhatian utama. Pada musim hujan, serangan Phytophthora meningkat signifikan. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui sanitasi kebun, seperti membersihkan gulma, membuang daun atau cabang yang terinfeksi, serta menjaga kebersihan batang dari kulit yang membusuk.
Penggunaan fungisida secara berkala juga disarankan, khususnya pada fase curah hujan tinggi.
Di sisi lain, pemangkasan cabang dinilai penting untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam tajuk.
Kanopi yang terlalu rimbun dapat menahan uap air, sehingga mempercepat munculnya penyakit jamur. Cabang yang mati, saling tumpang tindih, atau menyentuh tanah dianjurkan untuk segera dipangkas.
Meski intensitas hujan tinggi, pemupukan tetap diperlukan dengan pola yang lebih bijak. Pemberian nutrisi seimbang, seperti pupuk NPK dan pupuk organik, dapat membantu menjaga kesehatan akar dan struktur tanah. Namun, pemupukan sebaiknya dilakukan saat tanah tidak tergenang agar unsur hara tidak terbuang bersama aliran air.
Para petani diharapkan lebih cermat dalam merawat tanaman selama musim hujan. Kesalahan kecil, seperti membiarkan air menggenang atau terlambat melakukan sanitasi, dapat berakibat fatal bagi produktivitas bahkan kelangsungan hidup pohon durian. (Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












