Beranda Daerah Dua Laga Panas Warnai Hari Kedua Proliga 2026 di Pontianak

Dua Laga Panas Warnai Hari Kedua Proliga 2026 di Pontianak

Tim Bandung BJB Tandamata saat berhadapan dengan Jakarta Livin Mandiri pada Proliga 2026, Jumat (9/1/2026) (PBVSI)

Publikbicara.com – Bandung BJB Tandamata membuka kiprah di Proliga 2026 dengan hasil meyakinkan. Tim asuhan Risco Herlambang Matulesi meraih kemenangan telak atas Jakarta Livin Mandiri dengan skor 3–0 (25–21, 25–15, 25–21) pada laga penutup hari kedua Proliga 2026 di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (9/1/2026).

Pertandingan berdurasi 89 menit itu sepenuhnya berada dalam kendali BJB Tandamata. Sejak set pertama, mereka tampil agresif dan mampu menjaga konsistensi serangan hingga mengamankan kemenangan tanpa kehilangan satu set pun.

Pemain asing asal Brasil, Sonaly Cidrao, menjadi motor serangan utama. Ia keluar sebagai pencetak poin terbanyak dengan 18 angka, unggul tipis atas rekan setimnya, Anastasia Guerra, yang membukukan 17 poin.

Sementara itu, dari kubu Livin Mandiri, Ana Bjelica menjadi penyumbang poin tertinggi dengan koleksi 16 angka. Kekalahan ini membuat Livin Mandiri tertahan di papan bawah klasemen sementara, hanya satu tingkat di atas Medan Falcons yang berada di posisi juru kunci.

Tim yang diperkuat Yolla Yuliana itu diharapkan mampu bangkit pada pertandingan berikutnya untuk menjaga peluang bersaing di kompetisi.

Pada laga pembuka hari kedua, Jakarta Pertamina Enduro mencuri perhatian lewat kemenangan dramatis atas Jakarta Electric PLN. Pertamina Enduro sukses melakukan comeback setelah tertinggal dua set dan menutup laga dengan kemenangan 3–2 (20–25, 22–25, 25–22, 25–17, 15–9).

Megawati Hangestri Pertiwi bersama pemain asing Yana Shcerban menjadi tumpuan serangan Pertamina Enduro. Shcerban tampil sebagai top skor dengan 23 poin, sementara Megawati menyumbang 20 poin.

Asisten Pelatih Jakarta Electric PLN, Alim Suseno, mengakui kegagalan timnya mempertahankan keunggulan.

READ  Jawa Barat Berduka, Tokoh Voli Senior Drs. H. Dadi Saridji Tutup Usia

“Kami tentu kecewa karena sudah unggul 2–0, tetapi akhirnya kalah 3–2. Mulai set ketiga, receive dan spike kami banyak melakukan kesalahan, terutama pada poin-poin krusial di atas angka 20,” ujar Alim dikutip BolaSport.com.

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakUnggul Dulu, Lalu Tumbang: Perjalanan Sabar/Reza di Malaysia Open 2026 Berakhir
Artikulli tjetërTak Semua Hakim Itu Sama, Ini Fakta yang Jarang Diketahui Publik