Beranda Daerah Kepala BMKG Dorong Staklim Bogor Jadi Role Model Nasional

Kepala BMKG Dorong Staklim Bogor Jadi Role Model Nasional

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani beserta jajaran saat melakukan kunjungan kerja. Foto: BMKG.

Publikbicara.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kualitas layanan iklim serta inovasi meteorologi penerbangan di wilayah Jawa Barat dan Banten. Penguatan ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, ke Stasiun Klimatologi Bogor dan Stasiun Meteorologi Curug (Budiarto), Rabu (7/1/2026).

Kunjungan pertama dilakukan di Stasiun Klimatologi Bogor, unit teknis di bawah Balai Besar MKG Wilayah II yang menjadi pusat rujukan layanan iklim untuk Provinsi Jawa Barat. Wilayah ini memiliki lebih dari 50 juta penduduk dan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Faisal menegaskan, Stasiun Klimatologi Bogor memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, hingga mitigasi bencana hidrometeorologi.

“Stasiun Klimatologi Jawa Barat harus terus meningkatkan kualitas data dan layanan. Dengan sumber daya dan jaringan pengamatan yang dimiliki, stasiun ini layak menjadi role model nasional,” kata Faisal, dikutip dari laman resmi BMKG, Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, tantangan perubahan iklim menuntut penguatan pada aspek analisis data, diseminasi informasi, dan peningkatan kualitas layanan kepada pengguna. BMKG juga mengapresiasi dukungan ratusan pos hujan manual dan otomatis yang selama ini menopang layanan klimatologi di Jawa Barat.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Stasiun Meteorologi Curug (Budiarto), Kabupaten Tangerang, Banten. Stasiun ini berperan penting dalam penyediaan layanan cuaca penerbangan, khususnya bagi operasional Bandara Budiarto Curug yang digunakan sebagai bandara pesawat latih Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug.

Dalam arahannya, Faisal menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam layanan meteorologi penerbangan.

“Peran Stasiun Meteorologi Curug sangat strategis karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan dan kualitas pendidikan calon pilot. Inovasi teknologi harus terus dikembangkan,” ujarnya.

READ  TPAS Galuga Dikelola Bersama, Bogor Raya Siap Menuju PSEL

Ia menyoroti pemanfaatan peralatan modern seperti Automatic Weather Observing System (AWOS), Automatic Weather Station (AWS), radar cuaca, serta sistem deteksi petir yang harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Menutup kunjungan, Faisal menegaskan bahwa penguatan stasiun klimatologi dan meteorologi merupakan bagian dari komitmen BMKG dalam menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional, mulai dari sektor pangan hingga penerbangan. (Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakMendes Yandri Gandeng BNI Perkuat Pemberdayaan Desa
Artikulli tjetërDewan Juri Tetapkan Peraih Anugerah Adinegoro 2025