Beranda Internasional Operasi Rahasia AS di Venezuela? Trump Umumkan Penangkapan Maduro

Operasi Rahasia AS di Venezuela? Trump Umumkan Penangkapan Maduro

Postingan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di platform media sosial Truth Social yang memperlihatkan Presiden Nicolas Maduro Venezuela berada di al kapal perang USS Iwo Jima. Foto:Tangkap Layar/Donald Trump.

Publikbicara.com – Situasi politik Venezuela kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan operasi besar-besaran dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Klaim tersebut disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social, Sabtu (3/1/2026). Ia menyebut Maduro bersama istrinya telah diamankan dan diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela.

Hingga Minggu (4/1/2026), belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela terkait klaim tersebut.

Namun, laporan Reuters menyebutkan terjadinya ledakan di ibu kota Caracas serta beberapa wilayah lain. Reuters juga melaporkan adanya aktivitas helikopter militer yang terbang rendah di atas pusat kota Caracas, memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan operasi militer berskala besar.

Jika klaim tersebut terbukti, langkah ini akan menjadi intervensi langsung Amerika Serikat paling signifikan di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989 yang menggulingkan Presiden Manuel Noriega.

Ketegangan antara Washington dan Caracas memang meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintahan Trump menuding Maduro menjalankan apa yang disebut sebagai “negara narkoba” serta memanipulasi pemilu. Tuduhan tersebut dibantah pemerintah Venezuela, yang menilai Amerika Serikat berupaya menguasai cadangan minyak Venezuela, salah satu yang terbesar di dunia.

Ironisnya, sehari sebelum klaim penangkapan itu muncul, Maduro justru menyatakan keterbukaannya untuk berdialog dengan AS. Dalam wawancara dengan televisi pemerintah yang dikutip BBC News, Maduro mengatakan siap membahas isu perdagangan narkoba dan minyak, serta membuka peluang perundingan kapan pun dan di mana pun.

Menurut BBC News, dalam tiga bulan terakhir Amerika Serikat meningkatkan operasi militernya di kawasan Karibia dan Pasifik timur dengan dalih “perang melawan narkoba”. Sedikitnya 30 serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkotika telah dilakukan.

READ  Pramono Anung Optimistis Menang Pilkada DKI Jakarta dalam Satu Putaran

Militer AS mengklaim lebih dari 110 orang tewas dalam rangkaian operasi tersebut. Serangan terbaru terjadi pekan lalu, ketika dua kapal dihantam dan menewaskan lima orang di dalamnya.

Trump juga dilaporkan menggandakan hadiah bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro serta mempertimbangkan penetapan pemerintah Venezuela sebagai Foreign Terrorist Organisation (FTO).

Sementara itu, sejumlah pakar kontra-narkotika internasional menilai peran Venezuela dalam jaringan narkoba global relatif kecil dan lebih berfungsi sebagai negara transit.

Klaim Trump ini berpotensi membuka babak baru ketegangan politik dan keamanan di kawasan Amerika Latin. Jika dikonfirmasi, langkah tersebut dapat menjadi titik balik besar dalam hubungan AS-Venezuela. (Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakGempa M5,1 Guncang Kepulauan Talaud, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Artikulli tjetërKorps Brimob Kukuhkan 984 Kenaikan Pangkat, Ramdani Hidayat Tegaskan Profesionalisme Jadi Harga Mati