Beranda Daerah Bonus Demografi Jadi Momentum, Pemerintah Luncurkan Kerangka Transmigrasi 5.0

Bonus Demografi Jadi Momentum, Pemerintah Luncurkan Kerangka Transmigrasi 5.0

Publikbicara.com – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak para guru besar dan civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi untuk terlibat dalam pembangunan kerangka Transmigrasi 5.0, konsep baru transmigrasi berbasis sains, teknologi, dan produktivitas wilayah. Ajakan tersebut disampaikan dalam Kongres V Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu (11/12).

Iftitah menegaskan bahwa transmigrasi masa kini tidak lagi berfokus pada perpindahan penduduk, melainkan perencanaan kawasan ekonomi yang mampu menghasilkan pangan, energi, industri, hingga kapasitas manusia secara berkelanjutan. “Transmigrasi adalah kerangka pembangunan paling lengkap karena bekerja pada lahan, manusia, dan produktivitas,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi harus bergeser ke daerah pinggiran dan perbatasan yang selama ini belum dioptimalkan. Pemerintah mendorong pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja langsung bagi masyarakat setempat.

Konsep Transmigrasi 5.0 yang diperkenalkan mencakup penggunaan pemodelan iklim 30 tahun ke depan, analisis geospasial berbasis kecerdasan buatan (AI), pemetaan rantai pasok, serta desain permukiman berbasis ekosistem. Pemerintah menargetkan kawasan transmigrasi baru dapat berkembang menjadi smart agro-estate, smart fisheries, rural industry hub, hingga smart settlement berbasis data.

Untuk menguji penerapan teknologi tersebut, kementerian sedang menyiapkan dua hingga tiga kawasan sebagai living lab yang akan melibatkan kampus. Selain itu, program Transmigrasi Patriot dan Beasiswa Patriot akan disiapkan untuk membangun talenta kepemimpinan di lapangan.

Di hadapan ratusan guru besar, Iftitah meminta perguruan tinggi berperan dalam desain kawasan, proyek percontohan, dan pembentukan talent pipeline pembangunan. Ia menekankan bahwa pengembangan kawasan transmigrasi adalah kerja lintas disiplin, mulai dari lingkungan, agrikultur, robotika, kelautan, hingga energi dan tata kota.

READ  Upacara HUT Kemerdekaan RI Terakhir di Istana Presiden Jakarta: PLN Sukses Kawal Pasokan Listrik

Menteri menutup paparannya dengan menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar. “Lompatan Indonesia tidak lahir dari Jakarta atau Surabaya saja, tetapi dari desa modern, agro-estate digital, industri perikanan terpadu, energi terbarukan, dan kota teknologi di daerah,” ujarnya. (Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakProgram SAMISADE Antarkan Kabupaten Bogor Raih Penghargaan Detik Jabar Award 2025
Artikulli tjetërKetua DPRD Bogor Pastikan Bantuan Rp1 Miliar Tersalurkan Langsung ke Warga Aceh Tenggara