Beranda Daerah Menteri AHY Diminta Tangani Kasus Penyerobotan Kebun Karet di Jasinga Bogor

Menteri AHY Diminta Tangani Kasus Penyerobotan Kebun Karet di Jasinga Bogor

Publikbicara.com – Aliansi BEM se-Bogor meminta Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) segera turun tangan terkait dugaan penyerobotan tanah kebun karet seluas 50 hektare yang dikelola warga di Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, oleh PT Perusahaan Perkebunan Djasinga.

Ketua Pembela Petani Jasinga, Ahmad Sobari, yang juga memimpin BEM se-Bogor, mengungkapkan bahwa 16 petani karet di Desa Wirajaya dan puluhan lainnya di delapan desa sekitar Kecamatan Jasinga kehilangan mata pencaharian mereka karena lahan yang mereka kelola diklaim oleh PT Perusahaan Perkebunan Djasinga.

Dugaan penyerobotan tanah ini terjadi di sembilan desa di Kecamatan Jasinga, termasuk blok Cimapag dan Citalahab Narambang di Desa Wirajaya.

Tanah tersebut dijual kepada Yayasan Desember Bersatu, yang merupakan kumpulan purnawirawan TNI/Polri, dan telah mulai diratakan untuk proyek yang belum jelas bagi warga setempat.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Identitas Menggantung di Jembatan Sungai Cidurian Bikin Warga Jasinga Geger

Ahmad Sobari menegaskan bahwa Aliansi BEM se-Bogor meminta kasus ini menjadi perhatian serius Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono.

Sobari mencurigai adanya kejanggalan dalam penerbitan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) oleh BPN.

Menurut Sobari, masalah ini telah berlarut-larut dan sangat meresahkan puluhan hingga ratusan petani karet, terutama karena mereka tidak mendapatkan penjelasan apapun dari kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor terkait dasar penerbitan sertifikat HGU tersebut.

Padahal, warga tidak pernah merasa memberikan hak pengalihan tanah kebun karet mereka kepada PT Perusahaan Perkebunan Djasinga.

“Kami minta Menteri AHY turun tangan, warga butuh uluran tangan besi untuk menyelesaikan dugaan mafia tanah garapan ini,” ujar Ahmad Sobari.

Sobari juga menyatakan bahwa Aliansi BEM se-Bogor siap melakukan aksi demonstrasi besar-besaran jika pemerintah, dalam hal ini Kementerian ATR/BPN, tidak merespons isu ini.

Baca Juga :  Bak Artis: Calon Bupati Jaro Ade Selalu Jadi Kerumunan Warga Ketika Ia Berada di Tengah Mereka

“Kami siap aksi jika tidak digubris. Tanah untuk rakyat, bukan untuk monopoli mafia tanah. Warga butuh penjelasan, tapi BPN Kabupaten Bogor ogah-ogahan,” tegasnya.

Kuasa hukum 16 petani kebun di Desa Wirajaya, Rusli Efendi, menambahkan bahwa dirinya menemukan kejanggalan dalam surat HGU nomor: 1-HGU-BPN RI-2008 yang diberikan kepada PT Perusahaan Perkebunan Djasinga dan kini dibeli atau dialihkan kepada Yayasan Desember Bersatu.

Rusli menyebutkan bahwa PT Perusahaan Perkebunan Djasinga dan Yayasan Desember Bersatu mengklaim telah memiliki sertifikat hak milik (SHM).

Namun, mereka tidak pernah menunjukkan bukti tersebut ketika diminta. Aliansi BEM se-Bogor pun telah mendatangi kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor, namun tidak mendapatkan jawaban yang memadai.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Sambut Tahun Baru Islam dengan Penuh Semangat dan Harapan

“Kejanggalan itu ada di rentang waktu izin usaha tahun 1999 sampai tahun 2008, karena HGU baru terbit tahun 2008. Lalu, sembilan tahun bodong? Dan kapan warga mengalihkan garapannya? Warga merasa tidak pernah melepaskan sejengkal pun tanah negara yang mereka kelola. Negara ini ada aturan, ada hukum, jangan serobot. Apalagi tiba-tiba jadi SHM,” tegasnya.

Rusli juga mengungkapkan bahwa PT Perusahaan Perkebunan Djasinga dan Yayasan Desember Bersatu tidak bernegosiasi dengan baik kepada warga.

Mereka hanya diiming-imingi uang Rp10 ribu per meter sebagai pembelian/ganti rugi/uang kerohiman pengalihan pengelolaan tanah. Jumlah tersebut tentu tidak cukup untuk kehidupan para petani kebun yang kehilangan mata pencaharian mereka.

“Pak AHY yang tidak diragukan kenegarawannya, ketegasannya, diharapkan bisa melihat dengan seksama warga petani Desa Curug, Jasinga ini. Kasihan pak, mereka korban oleh dugaan mafia tanah garapan di sini,” ujar Rusli.

Artikulli paraprakMayat Tanpa Identitas Menggantung di Jembatan Sungai Cidurian Bikin Warga Jasinga Geger
Artikulli tjetërAyu Ting Ting Kembalikan Barang Hantaran Usai Pertunangannya Dengan Muhammad Fardana Dibatalkan