Beranda Kesehatan&Gaya Hidup Sukseskan BIAN, Bayi-Balita di Desa Cibadak Diberi Vitamin A

Sukseskan BIAN, Bayi-Balita di Desa Cibadak Diberi Vitamin A

Bogor, Publikbicara.com – Dalam mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022, Ikatan Bidan Indonesia ranting Kecamatan Ciampea diperbantukan dalam kegiatan yang digelar di Posyandu Desa Cibadak.

Anggota IBI Ranting Kecamatan Ciampea, Bidan Ayu Multifah Lestari Sumarno, mengatakan, bahwa pihaknya diperbantukan untuk menambah tenaga kesehatan dalam mensukseskan Bian tersebut.

Yang diperbantukan pada pelaksanaan yang di gelar di Posyandu Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor ada sekitar 4 orang tenaga bidan yang diperbantukan.

“Kami dari IBI, bidan praktek mandirinya diperbantukan ikut kegiatan bian tersebut.Semua IBI ranting menyarankan supaya bidan praktek swastanya ikut serta dalam kegiatan Bian ini tujuannya karena pada saat sasaran yang datang ke Posyandunya banyak jadi menambah petugas kesehatan saja,” ungkap Ayu kepada wartawan pada, Rabu 3 Agustus 2022.

Baca Juga :  Viral Ormas Cabut Label Gereja Di Tenda Bantuan Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Ambil sikap Tegas

Bidan Ayu mengatakan, dalam kegiatan Bian tersebut sekaligus bulan penimbangan anak, pemberian Vitamin A dan pemberian imunisasi. Yaitu, imunisasi Kejar dan vaksinasi Measles Rubella (MR).

Imunisasi kejar akan menyasar anak-anak yang ketika bayi belum mendapatkan imunisasi lengkap meliputi polio, injeksi, vaksin DPT-HB-HIB. Sedangkan vaksin MR menyasar anak-anak usia 9 sampai dengan 59 bulan.

“Soalnya kegiatan Bian ini Nasional kan semuanya harus terlibat. Jadi, karena kemarin-kemarin itu focus ke Covid-19 jadi banyak imunisasi dasar yang terlewatkan,” kata Bidan Ayu.

Bidan Ayu menyampaikan, meski masih ada sedikit kendala pada pelaksanaanya. Namun, kegiatan Bian di Posyandu Desa Cibadak tersebut dapat terselenggara dengan baik.

Baca Juga :  Sejak 2008 BMKG Tak Pakai Skala Richter Lagi Ukur Kekuatan Gempa, Apa Bedanya Dengan Magnitudo?

“Iya kayak tadi masih ada saja yang sempat menolak imunisasi tapi dari sasaran 77 orang yang datang malah 85 orang. Yang menolaknya cuma 4 orang saja. Kami sudah berikan penjelasan, sudah diberikan pemahaman mungkin karena ke khawatiran saja mungkin namun setelah kami berikan pemahaman akhirnya mengerti tentang pentingnya imunisasi anak,” katanya.

Untuk itu, dirinya menyampaikan, pemberian imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang berdampak positif untuk mewujudkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

“Harapannya terciptanya masyarakat yang sehat, cuma target imunisasinya tercapai sampai 90 persen,” ucapnya. (Fex)

Artikulli paraprakPentas Budaya Akan Digelar di Padepokan Sanggabuana Taman Loka Lembah Cawene di Pamijahan Bogor, Ini Jadwalnya
Artikulli tjetërLampu PJU di Cigudeg Tidak Berfungsi, Ternyata Ini Penyebabnya

Tinggalkan Balasan