Sembako Bakal Kena Pajak, Paguyuban Pedagang Pasar Leuwiliang Protes

Berita Populer

- Advertisement -

LEUWILIANG – Rencana pemerintah memberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap sembilan bahan pokok (sembako) langsung menuai kritik dan kecaman dari sejumlah elemen masyarakat, salahsatunya dari Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

“Saya pertanyakan, masyarakat didalam kondisi seperti ini mau dikenai pajak lagi?, intinya ekonomi kami juga pedagang ini kan lagi susah sekali sebenarnya, apa pantas pemerintah berbuat seperti itu,” ungkap Ketua Paguyuban Pasar Leuwiliang H.Tobang melalui sambungan selulernya pada, Kamis (10/06/2021)

Baca Juga :  Peternak Ayam Petelur di Kemang Bogor Menjerit Karena Harga Pakan Melejit

H.Tobang menilai, rencana pemerintah mengenakan PPN terhadap sembilan bahan pokok (Sembako) justru akan berdampak terhadap para pembeli.

- Advertisement -

“Paling tidak kalau kita naikan harga ujung-ujungnya rakyat juga yang jadi korban,” ujarnya.

Menjelaskan, jenis-jenis kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat dan tak dikenakan PPN itu sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 116/PMK.010/2017. 

Baca Juga :  Bantu Evakuasi Kendaraan Kecelakaan di Leuwisadeng Bogor, Ternyata Ini Sosok Pria Berseragam TNI

Barang-barang tersebut meliputi beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.

- Advertisement -

“Kam meminta, pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut, karena dimasa pandemi seperti sekarang ditengah daya beli masyarakat menurun saya rasa belum waktunya, sejahterakan rakyat dulu lah,” pintanya.

(Fahri/Andri)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Bogor
broken clouds
25.3 ° C
25.3 °
25.3 °
86 %
1kmh
53 %
Sab
25 °
Ming
31 °
Sen
30 °
Sel
30 °
Rab
30 °

Berita terbaru

Kurikulum Merdeka Belum Semuanya Diterapkan di Sekolah Dasar di Leuwisadeng Bogor

Bogor, Publikbicara.com - Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka sebagai rangkaian...

Berita Terkait
publikbicara.com