Tips Pesepak Bola Muslim Tetap Kuat Bertanding Saat Puasa

Berita Populer

- Advertisement -

JAKARTA – Menjalankan ibadah puasa sambil bersaing dalam level tertinggi sepak bola Eropa bukan hal mudah. Begini cara bek Schalke 04 Shkodran Mustafi tetap taat beribadah.

Mustafi merupakan salah satu pemain bola beragama Islam yang berkompetisi di Eropa dan bersiap menyambut bulan Ramadan. Tentunya jadwal kompetisi tetap berlangsung tanpa kompensasi menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain bola yang harus berpuasa.

Pemain timnas Jerman keturunan Albania ini pernah merasakan puasa di berbagai liga, seperti Inggris, Italia, dan Jerman. Ia pernah membela Everton, Sampdoria, Valencia, Arsenal, dan kini Schalke.

- Advertisement -

“Saya pernah bermain di beberapa negara Eropa dan bagi saya puasa itu selalu sama. Selalu sulit berpuasa dalam olahraga, khususnya dalam pertandingan yang intens dan sesi latihan, tetapi tidak penting negara di mana saya bermain karena kurang lebih sama. Saya melakukan sebisa saya sebaik mungkin,” ujar Mustafi menjawab pertanyaan sejumlah media dalam sesi round table interview bersama Bundesliga.

Salah satu yang terpenting menurut Mustafi untuk menjaga level kebugarannya adalah menjaga tubuh agar tidak dehidrasi. Selain itu banyak beristirahat.

“Selama Ramadan saya selalu menjaga banyak minum air karena ini yang paling penting dalam Ramadan bagi saya agar tidak dehidrasi, menjaga cairan dalam tubuh selama dalam waktu diperbolehkan minum,” cerita mantan bek Arsenal ini.

- Advertisement -

“Terkadang harus istirahat lebih banyak dibandingkan biasanya. Apalagi saya punya dua anak, setelah latihan harus mengurus mereka dan bermain bersama mereka tetapi selama Ramadan mungkin lebih baik melakukan aktivitas yang lebih mudah dan lebih banyak istirahat. Mungkin main sama anaknya sambil duduk saja dan detil-detil kecil seperti ini yang harus diperhatikan,” lanjut Mustafi.

Tentunya menjadi pemain bola muslim di Eropa merupakan bagian dari minoritas. Mustafi tak hanya menahan lapar dan dahaga, tentu juga emosi. Namun, melihat rekan setim minum atau makan di depan dirinya yang berpuasa bukan masalah.

Mustafi percaya urusan ibadah adalah hubungan antara individu dengan Tuhan. Maka dari itu keimanannya tetep teguh meski lingkungan di sekitarnya tidak berpuasa.

- Advertisement -

“Saya berpuasa saat Ramadan karena ini ibadah dan saya percaya itu dan saya mencoba menjalankannya sebaik mungkin. Saya tidak marah jika ada yang minum di depan saya karena saya menghormati orang lain yang punya agama lain atau mungkin seiman tetapi tidak kuat berpuasa karena alasan tertentu.”

“Sepak bola dalam level seperti ini tidak mudah dilalui selama Ramadan. Seperti yang saya bilang saya melakukan ini untuk diri sendiri dan tidak masalah jika rekan setim minum di hadapan saya,” tegas Mustafi

Sumber : Bolalob

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Airlangga Hartarto Sebut Lebih dari 4000 Pemudik Positif Covid-19 Usai Test Acak

BOGOR - Lebih dari empat ribu orang pemudik yang pulang kampung pada momen Lebaran tahun ini dinyatakan positif Covid-19. Hal...

Berita Terkait
publikbicara.com