Mengupil Saat Berpuasa Batal Atau Tidak ? Ini Hukum nya !

Berita Populer

- Advertisement -

JAKARTA – Ada beberapa perkara yang dapat membatalkan puasa Ramadan, salah satunya adalah masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan cara disengaja. Lalu, bagaimana dengan hukum mengupil saat puasa dan hukum memasukkan sesuatu ke hidung saat puasa?

Dilansir dari laman Islam.nu (17/4/2021), dalam kitab Fath al-Qarib dijelaskan bahwa terdapat beberapa perkara yang dapat membatalkan puasa, salah satunya adalah memasukkan sesuatu dengan sengaja ke lubang yang ada di tubuh.

Dalam kitab itu jelas bahwa, puasa seseorang bisa menjadi batal jika ada benda yang masuk ke dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf), seperti mulut, telinga atau hidung. Kejadian itu membatalkan puasa, jika benda masuk karena sengaja.

- Advertisement -

Namun, terdapat batasan-batasan awal untuk memasukkan benda ke dalam lubang tubuh. Jika di hidung, batas awalnya adalah muntaha khaysum (pangkal insang) yang sejajar dengan mata. Sementara itu, di telinga juga terdapat batasan awal yaitu bagian dalam yang sekiranya tidak tampak oleh mata.

Mulut memiliki batas awal, yaitu tenggorokan. Mengupil atau mengambil kotoran di hidung saat berpuasa sering diperdebatkan. Pasalnya, mengupil dilakukan dengan memasukkan tangan ke dalam lubang hidung. Akan tetapi, Ustaz Wahyul Afif Al Ghofiqi menjelaskan, terdapat beberapa hukum berkaitan dengan mengupil dan memasukkan sesuatu ke dalam mulut saat berpuasa.

Hukum mengupil saat puasa tidak membatalkan puasa jika membersihkan kotoran hidung tidak sampai ke rongga yang dalam atau hanya di rongga hidung bagian luar. “Jadi, kalau sekadar masih terjangkau dengan tangan, itu tidak membatalkan puasa kecuali pakai alat,” tutur Wahyul.

- Advertisement -

Mengupil atau memasukkan sesuatu ke dalam hidung dapat membatalkan puasa jika dilakukan sampai ke rongga hidung yang paling dalam atau disebut dengan jauf. Hukum ini juga berlaku saat memasukkan benda tertentu ke dalam rongga hidung bagian dalam.

“Pakai alat yang masuk rongga yang jauh itu membatalkan puasa,” kata dia. Oleh karena itu, sebaiknya memasukkan alat hingga rongga hidung bagian dalam dapat dilakukan setelah menyelesaikan ibadah puasa atau setelah berbuka.

Namun, dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini, jika mengharuskan untuk tes swab Covid-19, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan hukum rapid test antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) tidak membatalkan ibadah puasa, sehingga dapat dilakukan di siang hari.

- Advertisement -

Itulah hukum mengupil saat puasa dan hukum memasukkan sesuatu ke dalam hidung saat berpuasa. Ketika berpuasa, hindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan juga mengurangi nilai puasa.

Sumber: CNN Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Peringati Dua Hari Besar Keagamaan, Menteri Johnny: Momentum Bersejarah dan Anugerah Persaudaraan

JAKARTA- Tanggal 13 Mei 2021 diperingati sebagai hari besar dua umat beragama di Indonesia. Pertama, hari raya Idul...

Berita Terkait
publikbicara.com