Bermodalkan Jari, Sudah Bisa Bedakan Helm Palsu Dan Asli

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

JAKARTA – Helm palsu berkualitas rendah namun menggunakan merek terkenal kini sudah banyak beredar di pasaran. Ada berbagai cara buat mendeteksinya sebelum tertipu membeli helm KW, semua bisa dilakukan sendiri mengandalkan indra perasa di ujung jari saat memegang langsung barangnya.

Perlu dipahami helm adalah perangkat keselamatan utama untuk berkendara sepeda motor yang berperan vital melindungi kepala dari benturan atau gesekan saat terjadi kecelakaan.

Mengingat perannya sangat krusial, konsumen diimbau memilih produk berkualitas dan jangan selalu tergiur harga murah atau salah kaprah membeli helm cuma biar tidak ditilang polisi.

Logo SNI

Helm yang dijual di Indonesia wajib berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai penentu standar kualitas. Logo yang menempel di lapisan luar cangkang helm ini berupa emboss atau huruf timbul yang dicetak saat helm diproduksi, bukan stiker.

- Advertisement -

Helm dengan standar dari negara lain, misalnya Snell dan DOT, juga bisa dijual di Indonesia asal punya logo SNI yang artinya proses produksi dan pengujian sudah dilakukan sesuai aturan di dalam negeri.

Stiker merek
Menurut Mega Karya Mandiri, produsen helm Cargloss, salah satu merek yang didompleng penjual helm palsu, trik mudah konsumen mengetahui helm palsu dari bagian stiker.

Kata Endin Nasrudin, GM Mega Karya Mandiri, logo Cargloss pada helm asli, misalnya di bagian belakang, menggunakan stiker kemudian dilapisi lapisan clear coat saat proses produksi. Menurut dia stiker ini tak bisa dicopot.

- Advertisement -

Sedangkan pada helm palsu, logo Cargloss menggunakan stiker yang terasa bisa dicopot saat dipegang.

“Jadi tidak bisa dikeletekin, sedangkan Cargloss yang palsu dipasang dengan stiker jadi bisa dicopot,” ucap Endin dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/4).

Nama perusahaan
Cara lain mendeteksi helm palsu dikatakan Endin dengan melihat ‘label warning’ yang menempel di bagian busa. Pada helm asli seperti yang dibuat Cargloss, label ini menjadi lokasi identitas nama perusahaan produsen helm.

- Advertisement -

“Lalu di dalam ada label warning, kalau yang asli ada tulisan siapa pembuatnya, misalnya Mega Karya Mandiri. Yang palsu tidak ada nama pembuatnya jadi kalau ditulis Mega Karya Mandiri pasti akan kena tuntut dari kita,” kata Endin.

Endin juga mengatakan cara alternatif mengetahui helm palsu yakni dari ketebalan bahan styrofoam. Menurut dia jika bagian styrofoam pada helm terasa empuk sekali, itu berarti helm murahan yang bisa jadi diproduksi tidak sesuai standar SNI.

“Jangan tergiur sama harga, dalam harga yang murah ada kualitas yang murahan. Kepala kita rasanya tidak pantas dengan segitu murahnya. Kalau lembek banget mendingan jangan dipakai,” kata Endin.

Sumber : Cnn Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com