Tangani Gizi Buruk, Bidan Desa di Sukajaya Capek dan Lelah

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

SUKAJAYA – Setelah beredarnya kasus gizi buruk bernama Muhamad Oji (6) warga Kampung Babakan Sipayung RT 02 RW 08, Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya pihak bidan Desa Sipayung mengaku keberatan dengan adanya pemberitaan mengenai hal tersebut.

Bidan Desa Sipayung Nunung, mengatakan, dirinya merasa heran kenapa harus Desa Sipayung yang harus di soroti secara terus menerus kenapa tidak Desa yang lain, bahkan sang bidan yang tatkala ditemui oleh wartawan sempat emosi dan menunjuk nunjuk wartawan yang hendak meliput.

“Saya heran sama mas wartawan, ini dulu sempet rame kasus Oji, sekarang rame lagi, ada apa sih dengan Desa Sipayung, saya cape jadinya,” cetusnya kapada kepada wartawan sambil menunjukan telunjuknya ke arah wartawan pada, Senin (5/4).

- Advertisement -

Dengan nada emosi dirinya mengaku heran dengan adanya pemberitaan kasus gizi buruk di Desa Sipayung.

“Ya saya heran saja, ini kan kasus lama, jadi yang di salahkan Bidan Desanya,” sambung Nunung.

Memang dari konten pemberitaan itu, tidak menyalahkan, namun saya merasa lelah aja menanggapinya,” lanjut dia.

- Advertisement -

Lanjut dia, dari pemberitaan 4 media yang memberitakan kasus Oji dirinya merasa cape dan lelah.

“Ada apa sih dengan Sipayung, sekarang desa Sipayung lagi, cari di desa lain juga dong, memang dari 4 media memberitakan tidak ada yang menyudutkan,” tegas dia.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Jurnalis Bogor Barat (JBB) Wildan Hidayat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh seorang Bidan Desa Sipayung tersebut.

- Advertisement -

“Prilaku dengan menunjuk-nunjuk kepada wartawan salah satu hal pelecehan profesi terhadap wartawan, Jurnalis adalah profesi yang sangat dihormati , untuk itu perilaku sang bidan sangat tidak elegan karna menjatuhkan martabat wartawan,” ungkap Wildan yang juga sebagai wartawan salah satu Media Nasional MNCTV.

Selain itu, Wildan Hidayat menambahkan, jurnalis bekerja sesuai dengan kode etik dengan mengutamakan hal tersebut, jurnalis wajib melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib .

“Rencananya akan saya laporkan ke pihak kepolisian, karena sang bidan telah melecehkan profesi, serta berprilaku tidak menyenangkan,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi kepala puskesmas Sukajaya Darwin Nafis mengakui kejadian tersebut dengan berkilah karena khilaf.

“Memang saya akui sang bidan desa sempat emosi , dan mungkin karna situasi saat itu sang bidan sedang cape karna tengah melakukan penyuntikan vaksin di Puskesmas (Sukajaya-red),” katanya melalui sambungan selulernya.

(Tim)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com