JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

Berita Populer

Aksi Pencurian Kambing Digagalkan Warga

LEUWISADENG - Saat warga sedang melaksanakan ibadah sholat tarawih, kawanan maling beraksi hendak mencuri kambing milik warga di...

Ada Perbaikan di Jalan Raya Cigudeg, Arus Lalin Macet

CIGUDEG - Ruas jalan raya Cigudeg-Jasinga sedang dilakukan pengerjaan pengecoran jalan di kilometer 38, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor sebabkan...

PT Antam Beri Bantuan Sembako dan Santunan Anak Yatim Pada Warga Nanggung

NANGGUNG-Perusahan PT Antam Tbk Pongkor, telah melakukan pemberian Bantuan sembako dan santunan yatim, Kepada Masyarakat Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor....

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Jatuh Bangun Kisah Fuad Faturahman Sampai Sukses Ternak Kambing

CISEENG - Selama ini, kesan sebagian orang terhadap domba dan kambing adalah binatang yang memiliki tingkat kebauan tinggi....
- Advertisement -

BANDUNG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda Rp200 juta subsider kurungan dua bulan.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan gratifikasi dengan terdakwa mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (3/3/2021).

Dalam amar tuntutannya JPU KPK Dian Hamisena menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan beberapa tindak pidana korupsi sebagaimana didakwaan kesatu pasal 12 B Jo Pasal 12 C UU Tindak Pidana Korupsi.

- Advertisement -

“Memohon majelis menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun, denda Rp 200 juta, subsider kurungan dua bulan,” katanya.

Sementara hal yang memberatkan dan meringankan yang menjadi bahan pertimbangan, yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah. Yang meringankan terdakwa kooperatif, mengakui dan menyesali perbuatannya, dan sudah mengembalikan kerugian negara.

Atas tuntutan tersebut, Rachmat Yasin dan kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan. Sidang yang dipimpin Asep Sumirat Danaatmaja ditunda hingga 8 Maret dengan agenda pleidoi atau pembelaan.

- Advertisement -

Seperti diketahui mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah satuan kinerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bogor senilai Rp 8,9 miliar. Selain duit, Rachmat Yasin juga didakwa menerima tanah dan mobil.

“Bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima gratifikasi berupa uang seluruhnya berjumlah Rp 8,9 miliar dari beberapa orang kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Bogor,” kata jaksa dalam surat dakwaannya.

Pemberian gratifikasi uang Rp 8,9 miliar disebut atas permintaan Rachmat Yasin guna kepentingan Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2013 dan Pileg tahun 2014.

- Advertisement -

Sedangkan gratifikasi tanah berkaitan dengan pengurusan izin pembangunan pesantren. Sedangkan pemberian mobil atas permintaan Rachmat Yasin kepada Rudy Ferdian yang merupakan rekanan kontraktor sekaligus timsesnya

Atas perbuatannya itu, Rachmat Yasin didakwa Pasal 12B Jo Pasal 12C Jo Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor. Sedangkan dakwaan kedua, Rachmat Yasin didakwa Pasal 11 Jo Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor.

Rachmat Yasin merupakan mantan Bupati Bogor yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dua kasus dugaan korupsi. Pada kasus pertama, Rachmat Yasin diduga menyunat anggaran SKPD senilai Rp 8,9 miliar untuk keperluannya, termasuk kampanye pada Pilkada 2013 dan Pileg 2014.

Kasus kedua, Rachmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa 20 hektare lahan dan mobil Toyota Vellfire. Gratifikasi berupa lahan diduga diterima Rachmat Yasin terkait pengurusan izin pesantren di kawasan Jonggol, sedangkan gratifikasi mobil diduga diterima dari seorang pengusaha.

Sumber : Inilahkoran

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Berita Terkait
publikbicara.com