Kepala PTSP Jabar : Minat Investor di Jabar Masih Cukup Besar

Berita Populer

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

Lantik Pengurus Ranting Tegal, Ini Pesan Ketua PAC PP Kemang

KEMANG - Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila melaksanakan Rapat Pemilihan Pengurus Ranting Pemuda Pancasila (RPPR PP) Desa Tegal,...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Sidang Kasus Suap Iryanto, Saksi Ahli Nyatakan Ada Upaya Penjebakan

BANDUNG - Kasus dugaan suap yang menjerat Iryanto yang saat itu ia menjabat sebagai Sekertaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman...
- Advertisement -

JAKARTA — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pengawasan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mengatakan minat investor untuk menanamkan modal di provinsinya masih cukup besar.

Itu terlihat dari partisipasi investor dalam kegiatan market sounding sejumlah proyek dalam gelaran West Java Investment Summit bulan lalu.

“Dari 16 proyek yang kami tawarkan kemarin terutama di West Java Investor Summit itu, alhamdulillah banyak sekali. Peminatnya hampir 1.500,” ucapnya dalam diskusi virtual yang digelar IDX Channel, Rabu (16/12).

- Advertisement -

Proyek itu antara lain Subang Smartpolitan (PT Suryacipta Swadaya) dengan nilai investasi Rp 9 triliun, Subang Industrial Park (PTPN VIII) dengan nilai investasi Rp 4,07 triliun, dan Kawasan Terpadu Industri Subang (PT RNI) dengan nilai investasi Rp 10 triliun.

Ada pula Kertajati Industrial Estate di Majalengka (PT Dwipapuri Abadi) dengan nilai investasi Rp 1.25 triliun, Karawang New Industry City, Artha Indsutrial Hill, Marunda Center, serta Taifa Industrial Park (PT Jaya Development).

“Investor berminat terhadap proyek-proyek tersebut dari berbagai negara dan itu membangkitkan optimisme kami untuk tahun depan jadi lebih baik lagi investasi di Jabar” tuturnya.

- Advertisement -

Selain itu katanya, minat besar investor juga terlihat dari realisasi investasi di Jawa Barat tahun ini. Hingga kuartal III lalu, realisasi investasi di Jabar sudah mencapai Rp86,3 triliun atau 87 persen dari target yang Rp99 triliun.

Raihan investasi tersebut merupakan yang tertinggi diantara provinsi provinsi lain di Indonesia. Atas dasar itulah pihaknya menargetkan dapat menarik investasi sebesar 112 triliun pada tahun depan.

“Dibandingkan 2019 ada penurunan memang dan kemudian ada penyesuaian dari target yang diberikan karena mungkin kondisi saat ini tidak memungkinkan juga untuk investasi yang sangat besar mengingat banyak kendal di masa pandemi ini,” jelasnya.

- Advertisement -

Menurut Noneng, hal yang membuat Jabar lebih unggul dibandingkan provinsi lain dalam hal Investasi adalah efisiensi yang ditandai dengan rendahnya skor Incremental Capital Output Ratio (ICOR).

Rasio ini mencerminkan seberapa besar tambahan investasi yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Makin rendah ICOR, itu berarti efisiensi investasi makin tinggi.

“Kalau melihat ICOR Jawa Barat itu 4 sementara nasional 6. Artinya Jawa Barat lebih efisien karena makin kecil ICOR itu lebih efisien artinya lebih menguntungkan,” terangnya.

Selain itu Jabar juga tertolong oleh pembangunan infrastruktur yang jauh lebih baik dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

“Kemudian supply chain yang dekat, itu semuanya menguntungkan. Lebih menguntungkan dibandingkan barangkali dengan tempat-tempat lain. Selain itu juga penduduk yang besar sebetulnya menjadi pangsa pasar yang luar biasa, karena hampir 50 juta penduduk kami,”‘ tandasnya.

Sumber:cnn indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Berawal Cekcok di Medsos, Dua Pria Berkelahi Hingga Tewas

JAKARTA -- Seorang pria berinisial FS (22) tewas dibacok dalam perkelahian di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (28/2)....

Berita Terkait
publikbicara.com