23.7 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Sastrawan Iman Budhi Santosa Tutup Usia Pagi Tadi

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

Pemdes Sadeng Bantu Produksi Anyaman Bambu Mista

LEUWISADENG - Mista (51) diusianya yang tidak lagi muda ia masih tinggal sebatang kara di dalam rumah panggung di...

Seseorang Tak Dikenal Mengamuk Di DPKPP Kab Bogor Satu Security Wanita Luka Di Wajah

BOGOR-Kejadian tak terduga terjadi di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor pada hari ini, 22 Februari...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Carut Marut Proyek Renovasi Stadion Pakansari, DPRD Panggil Kadispora

CIBINONG-Carut marut pelaksanaan proyek renovasi stadion Pakansari, Cibinong berbuntut panjang, DPRD Kabupaten Bogor dalam menjalankan fungsi pengawasannya memanggil Kepala...
- Advertisement -

YOGYAKARTA – Dunia sastra Indonesia kembali berduka. Sastrawan kenamaan, Iman Budhi Santosa, tutup usia pagi tadi di Yogyakarta. Penulis yang dikenal dengan sebutan IBS itu meninggal di kamar kontrakannya pagi tadi.

Kabar meninggalnya IBS dibenarkan oleh salah satu koleganya yaitu Sigit Sugito. Ia mengatakan IBS meninggal karena penyakit jantung.

“Tadi pagi, jadi diketahui pukul 08.00 WIB,” kata Sigit saat dihubungi wartawan, Kamis (10/12/2020).

- Advertisement -

Sigit yang juga merupakan penyair itu menjelaskan IBS meninggal di rumah kosnya daerah Dipowinatan, Kota Yogyakarta. Ia menjelaskan penyebab meninggalnya IBS karena penyakit jantung.

“(Meninggal) di rumah kos, beliau sudah lama sekali ngontrak di Dipowinatan, Kota Yogyakarta. Dia punya penyakit bawaan jantung. Beberapa tahun terakhir ini memang jantungnya bermasalah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jenazah almarhum akan dimakamkan hari ini di Makam Seniman Giri Sapto, Imogiri, Bantul. Saat ini dia masih menunggu kedatangan anak-anaknya dari yang masih berada di Semarang.

- Advertisement -

“Ini masih nunggu anak-anaknya karena masih di Semarang. Ini jenazahnya belum disucikan masih nunggu keluarga, tapi keluarga sudah dipasrahkan untuk dimakamkan di Makam Seniman jam 13.00 WIB,” ucapnya.

“Dua hari sebelum meninggal, saya ke sini (ke rumah kos IBS) ngobrol 2 jam lebih. Banyak hal yang kita bicarakan, baik rencana-rencana, kegiatan baik masa lalu,” kata Sigit.

Iman Budhi Santosa, lahir di Mageten, Jatim pada 28 Maret 1948. Sejak muda Iman berkecimpung di dunia sastra dengan bergabung di Persada Studi Klub (PSK) di Yogyakarta yang digawangi penyair kenamaan Umbu Landu Paranggi.

- Advertisement -

Di PSK, bakat kepenyairan dan sastra Iman semakin terasah. Dia bergaul akrab dengan para penyair sastrawan lain yang tergabung di dalamnya seperti Linus Suryadi Ag, Emha Ainun Nadjib, Ragil Surwarna Pragolapati, Korrie Layun Rampan dan lain-lain.

Sepanjang karir di dunia sastra, Iman Budhi Santosa tercatat telah menerbitkan setidaknya 4 antologi puisi, 3 novel, 1 kumpulan cerpen, 1 antologi geguritan (puisi berbahasa Jawa).

Sumber:Detik

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Kisah Janda Tua Yang Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Seorang warga miskin terdampak, Nenek Ane (50 tahun) seorang janda yang tinggal di rumah reyot berdinding bilik...

Berita Terkait
publikbicara.com