Pengrajin Kolang Kaling di Desa Cibeber 2, Butuh Uluran Tangan Pemkab Bogor

Berita Populer

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...

Kabar Duka Dunia Hiburan, Rina Gunawan Meninggal Dunia

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan. Artis Rina Gunawan meninggal dunia. Berita tersebut dibenarkan oleh manager...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

Satu Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Rumah milik keluarga Muhammad Ali yang berlokasi di Kampung Cirangkong RT 16 RW 05, Desa Cemplang, Kecamatan...

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...
- Advertisement -

LEUWILIANG – Kolang kaling sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, namun tidak sedikit pula yang belum mengetahui cara pengolahan buah aren tersebut.

Kolang kaling sering dijadikan bahan campuran seperti kolak, es campur, manisan dan makanan tradisonal lainnya. Biasanya permintaan buah aren tersebut tinggi selama bulan Ramadhan.

Salahsatu pengolah kolang kaling di Kampung Pasirhonje Rt 03 Rw 04, Desa Cibeber 2, Kecamatan leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengolah dengan alat seadanya.

- Advertisement -

“Butuh ketekunan yang tingi karena saya mengolah kolang kaling masih manual,” kata Ade Sutisna (27), salah satu petani kolang kaling kepada wartawan media ini, Rabu (09/12/2020).

Ade menambahkan, setelah berhasil dipetik dari pohonnya, buah aren lalu dimasukan ke dalam drum atau alat lainnya untuk direbus selama 2 sampai 3 jam, setelah itu didinginkan terlebih dahulu sebelum nantinya masuk proses berikutnya.

- Advertisement -

Cara mengeluarkan kolang kaling di dalam kulitnya pun cukup simpel, buah kolang kaling yang telah direbus tadi kemudian dibelah menggunakan pisau.

“Biasanya saya menghasilkan kolang kaling tidak kurang dari 30 Kg per hari,” ujar Ade.

Lanjut Ade, setelah terkumpul kemudian kolang kaling direndam di dalam air selama satu hingga dua hari untuk menghasilkan kolang kaling lebih sempurna.

- Advertisement -

“Kolang kaling saya jual Rp 6000 per Kg kepada pengepul,” ujar Ade.

Ade menyatakan, bahwa permintaan pasar kolang kaling selama hari biasa, tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan bulan Ramadhan.

“Kalau hari biasa, biasanya seminggu sekali baru dijual, karena permintaan pasar tidak seperti bulan puasa,” ujar Ade.

Ade berharap, ditengah pandemi covid 19 Pemerintah Kabupaten Bogor dapat membantu usahannya tersebut.

“Bantuan UMKM tidak dapat pak karena saya juga tidak tau adanya bantuan itu karena memang tidak ada sosialisasi juga,” harapnya.

(Agung)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Berita Terkait
publikbicara.com