Kepala DPKPP Mangkir Dalam Sidang Kasus OTT, Reaktif Covid kah?

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

BOGOR-Sidang lanjutan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor yang dilakukan tanggal 3 Maret 2020 oleh Satreskrim Polres Bogor yang dipimpin oleh Kasatnya saat itu, AKP Benny Cahyadi yang sesuai agenda adalah pemeriksaan saksi Kepala DPKPP, Juanda Dimansyah (4/12) kembali ditunda karena Jaksa Penuntut Umum memperlihatkan surat keterangan dari RSUD Ciawi yang menyatakan statusnya reaktif Anti SARS-CoV2 IgG.

Setelah melihat surat yang ditunjukkan kepada hakim dan di dalam surat tersebut tertera ada rekomendasi wajib melakukan pemeriksaan kembali 10 hari setelah hasil test tersebut keluar, maka hakim memutuskan untuk menunda persidangan 14 hari ke depan karena saksi harus di periksa secara langsung di persidangan.

Kuasa Hukum Iryanto dari LBH Bara JP yang dipimpin oleh Dinalara Butarbutar serta beranggotakan Roynald Pasaribu, Stevie dan Kepler Sitohang langsung melancarkan protes keras saat mengetahui saksi yang harusnya hadir tetapi tidak hadir padahal Kuasa Hukum sudah mengantongi bukti yang sangat kontra dengan informasi yang dibawa oleh JPU.

- Advertisement -

“Maaf yang mulia kami punya informasi bahwa saksi hari ini masuk ke kantor dan beberapa hari yang lalu sekira tanggal 25 November 2020, saksi juga terlihat dalam acara swab test hari itu dan ketika hasilnya keluar sesuai informasi yang kami terima sekitar tanggal 1 Desember 2020 memang ada 2 nama yang positif tetapi dalam daftar itu tidak ada nama Djuanda Dimansyah, izin menunjukkan barang bukti yang mulia”. Tegas Pasaribu.

Dalam persidangan hakim tetap berpegang teguh pada surat keterangan yang ada dan menekankan kepada JPU untuk mengupayakan saksi hadir di persidangan berikutnya dua minggu yang akan datang dan akan diperiksa secara langsung dipersidangan.

- Advertisement -

Setelah sidang ditunda, pewarta meminta keterangan dari kuasa hukum Iryanto terkait hal ini, kuasa hukum tetap bersikukuh agar saksi tetap dihadirkan dalam persidangan mendatang karena banyak sekali informasi yang dibutuhkan dari saksi.

“Kami tetap meminta kepada majelis saksi harus tetap hadir dalam persidangan karena informasi dari saksi sangat dibutuhkan dalam persidangan ini, kami juga mencurigai hasil test yang tadi kami dapat dari JPU adalah hasil dari rapid test padahal belum lama ada tes SWAB massal di DPKPP dan juga hari ini kami dapat bukti bahwa saksi masuk kantor seperti biasa di DPKPP, juga kami dapat data otentik bahwa saksi juga hadir dalam swab test massal di DPKPP beberapa hari yang lalu, jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bisa hadir di persidangan”. Ungkap Lawyer yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor ini.

“Kami si tidak masalah, mau di tunda sampai kapan pun kami hanya ingin agar saksi dihadirkan untuk memperlengkap dan menggali informasi lengkap terkait kasus OTT DPKPP dan terbukti klien kami tidak bersalah, lagian kami sekarang tidak ada beban kok mau ditunda atau lanjut toh sekarang klien kami sudah tidak lagi bersatatus tahanan”. Pungkasnya.

- Advertisement -

(TIM)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com