Asa Penjual Seruling Dimalam Hari

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

CIBUNGBULANG – Pak Wira (55) nampak lelah tertidur disebuah emperan toko di jalan raya Cibungbulang, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor pada, Kamis (03/11/2020) malam.

Sesaat ia terbangun dari tidurnya, Pak Wira yang berprofesi sebagai tukang seruling keliling mengaku, sedari pagi ia berkeliling sampai dirinya tertidur didepan sebuah toko di jalan raya Cibungbulang terebut.

“Abis keliling pak, dari pagi muter-muter ke ciampea, warung borong, cinangneng, ah udah kemana-mana saya mah, pakai sepedah saja, tapi gimana yah,” ungkapnya.

- Advertisement -

Pak Wira menambahkan, ditengah Pandemi saat ini penghasilan menjual suling bambu amat payah. Pasalnya sudah hampir satu tahun ini kegiatan sekolah libur. Padahal sebelum ada Pandemi ia tak perlu keliling sampai ke ibu kota dengan harapan pulang membawa uang hasil jualannya.

“Kalau seruling kan jarang yang beli, apalagi sekarang anak sekolah tidak ada, biasanya sih kalo anak-anak sekolah masuk sih alhamdulillah lah, tapi kalo libur gini susah jualnya,” tuturnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut Pak Wira yang mengaku, berjualn seruling sejak tahun 1999 ketika belum terjual ia tak pulang bahkan ia rela tidur di emperan sebuah warung.

“Sampai malam, sampai pagi lagi saya mah, tidur dimana saja saya mah di jalanan, abisnya kalau gak begini kan gak dapat uang, sehari saya gak bisa bilang pastinya, ya dapetnya empat puluh ribu, tiga puluh ribu untuk makan aja tidak ada.
,”pungkasnya.

(Fahri/Cep Rendra)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com