27.9 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

DP Sempat Pamit Kerjakan Tugas Sekolah

CIBUNGBULANG - DP warga kampung Ciaruteun RT 01 RW 03, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, yang ditemukan tewas...

Usai Jajan Di Warung, DP Tak Pulang Lagi

CIBUNGBULANG - Sehari sebelum korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Mega Proyek Bomang Belum Lama Selesai Dikerjakan Ambles

KEMANG- Mega proyek jalan Bojonggede - Kemang berada di wilayah Desa Jampang Kecamatan Kemang yang baru rampung pengerjaanya mengalami...
- Advertisement -

JASINGA – Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari , Kecamatan Jasinga disoal warga sekitar.

Pasalnya, pengiriman barang material berupa batu belah pada proyek TPT yang dikerjakan oleh CV. Maju Terus tersebut dianggap mengganggu warga karena pengiriman nya pada malam hari.

“Malam-malam saya kaget ada suara gemuruh, saya kira banjir karena memang pernah banjir besar di sini, pas saya lihat keluar ternyata pengiriman batu belah untuk proyek TPT itu,” pungkas salahsatu warga sekitar Enung (32) kepada wartawan media ini, Selasa (01/12/2020).

- Advertisement -

Enung menyebut, bahwa pengiriman bahan matrerial Abu dan batu belah menggunakan mobil Dump Truck tersebut apakah tidak bisa dikirim pada siang hari agar tidak mengganggu warga yang sedang beristirahat.

“Apa emang pengiriman batu belah itu tidak bisa dikirim siang-siang agar tidak mengganggu warga yang sedang beristirahat,” cetusnya.

- Advertisement -

Selain itu, Enung menambahkan, bahwa penutupan jalan juga dilakukan tanpa adanya sosialisasi kepada warga.

“Hanya dibikin saja plang dengan triplek yang di tulis pakai spidol, akhirnya kan banyak juga warga yang harus putar balik, kalo di sosialisasikan dulu mungkin warga gak akan seperti itu,” tukasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, baik mandor maupun pelaksana belum memberikan keterangan.

- Advertisement -

(Fahri)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Siapkan Pemakaman, Keluarga Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

CIBUNGBULANG - DP yang meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Berita Terkait
publikbicara.com