Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

Berita Populer

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...

Kabar Duka Dunia Hiburan, Rina Gunawan Meninggal Dunia

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan. Artis Rina Gunawan meninggal dunia. Berita tersebut dibenarkan oleh manager...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Satu Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Rumah milik keluarga Muhammad Ali yang berlokasi di Kampung Cirangkong RT 16 RW 05, Desa Cemplang, Kecamatan...
- Advertisement -

BANDUNG – Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi pemberi uang yang merupakan tahanan sejak tanggal 21 Februari 2020 berinisial SP dinyatakan selesai setelah tiga minggu ini SP diperiksa secara maraton, lalu dalam persidangan selanjutnya akan dihadirkan dalam persidangan yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dace Supriyadi dan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Juanda Dimansyah.

Hakim ketua PN Tipikor Bandung, Rifandaru, SH. MH. Selesai pemeriksaan saksi SP bertanya kepada JPU masih adakah saksi yang akan diperiksa, JPU menyatakan hanya tinggal FA saja saksi dari pihak mereka, akan tetapi Kuasa Hukum Iryanto mempertanyakan bagaimana dengan dua saksi Kepala Dinas yang juga di BAP dalam kasus ini, kapan akan dihadirkan.

“Yang mulia, untuk kepentingan lengkapnya keterangan di penyidikan dan karena nama dua Kepala Dinas DPMPTSP dan DPKPP juga dimintai keterangannya dan masuk ke dalam BAP kasus ini, maka sangat penting keduanya dihadirkan dipersidangan kali ini untuk didengar keterangannya,” pinta Roynald Pasaribu, salah satu team kuasa hukum Iryanto.

- Advertisement -

Lalu hakim meminta kepada JPU untuk menghadirkan mereka dipersidangan kedepan, akan tetapi JPU menjawab bahwa sepengetahuannya Kadis PKPP sedang sakit dan infonya terpapar Covid-19.

“Kami sudah mencoba yang mulia untuk menghadirkan kepala DPKPP, tapi ketika itu kadis sedang sakit yang katanya terpapar gejala Covid-19, makanya tidak jadi kami hadirkan di persidangan,” ungkap Jaksa Yusie dari Kejaksaan Negeri Kab Bogor.

Hakim meminta kepada JPU untuk mencoba kembali menghadirkan kepala DPKPP dipersidangan ke depan dan memastikan bahwa saksi Kadis PKPP bisa dihadirkan.

- Advertisement -

“Dicoba lagi saja di komunikasikan untuk dihadirkan di persidangan yang akan datang, karena memang nama tersebut masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam perkara ini,” tegas Hakim Rifandaru.

Sementara itu menurut pantauan media saat kegiatan Rapid test di DPKPP (25/11), sang kepala dinas terlihat hadir dalam kegiatan tersebut dan sudah bekerja kembali.

(Tim)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Berita Terkait
publikbicara.com