29.5 C
Bogor
Senin, 18 Januari 2021

Makan Mie Instan Tidak Boleh Lebih Dari Dua Kali Dalam Sepekan?

Berita Populer

Deretan Proyek Tidak Selesai Pemkab Bogor di Tahun Anggaran 2020

BOGOR - Banyaknya proyek di Kabupaten Bogor tahun anggaran 2020 yang tidak selesai dikerjakan hingga akhir tahun, bahkan beberapa...

Hati-hati Berkendara di Sepanjang Jalan Tegar Beriman !

BOGOR-Jalan raya Tegar Beriman yang terbentang dari lampu merah Cibinong City Mall (CCM) hingga pertigaan Bojong Gede depan jalur...

Aan Triana : Perencanaan Jadi Faktor Utama Proyek Pemkab Bogor Banyak Masalah

CIBINONG - Tahun anggaran 2020 menjadi sebuah anomali di perjalanan pembangunan berbagai sektor di Kabupaten Bogor, badai pandemi Covid-19...

Bayi Fira Akhirnya Dirawat Di RSUD Cibinong

CIBINONG - Dedeh Farida ibunda dari bayi Fira merasa bersyukur pasalnya, kini banyak perhatian dari berbagai pihak, tidak kurang...

Kebutuhan Ruang Rawat Kritis, Pembangunan RSUD Ciawi Belum Selesai

BOGOR - Ditengah pandemi Covid 19 dan musim pancaroba sehingga kebutuhan ruang rawat rumah sakit (RS) menjadi hal yang...
- Advertisement -

JAKARTA – Kalau sedang tak punya banyak waktu, banyak yang memilih makan mi instan. Harganya murah, porsinya mengenyangkan, dan tak perlu waktu lama untuk memasaknya. Hanya saja banyak yang menyebut tak boleh terlalu sering makan mi instan karena bisa memicu beragam penyakit. Ini dilatarbelakangi karena tingginya kadar natrium dan MSG dalam mi instan.

Tapi, sering-sering tuh maksudnya berapa kali sih? Ahli kanker dari Siloam Hospitals MRCCC Semanggi dr dr Denny Handoyo Kirana, SpOnk-Rad mengatakan kandungan mi instan yang beredar di pasaran sebenarnya cukup aman karena ada izin edar BPOM. Hanya saja, ia menyarankan sebaiknya tidak makan mi instan lebih dari dua kali dalam sepekan.

“Jadi kalau dimakan dalam jumlah yang cukup sesekali misalnya dalam seminggu satu atau dua, masih oke, tapi ya jangan pagi, siang, sore, makan mi instan,” jelasnya saat dihubungi beberapa waktu lalu. Sebelum makan mi instan, ada baiknya konsumen mencermati ingredients atau kandungannya. Tiap merek mi instan memiliki kandungan natrium, MSG, angka kecukupan gizi yang berbeda.

- Advertisement -

Jadi misalnya dalam satu hari sudah makan dua bungkus mi instan dengan kadar natrium 50 persen, maka dalam sehari itu tak boleh lagi konsumsi garam. Intinya adalah konsumsi cermat dengan melihat keseimbangan komposisi. “Kalau misalnya tulisannya di belakang kadar garamnya adalah 10 persen, artinya dari makanan lain dia masih boleh makan senilai 90 persen sisanya, jadi dilihat keseimbangan komposisinya,” pungkasnya.

Pendapat lain diungkapkan dr Nany Leksokumoro, MS, SpGK, dari Omni Hospital. “Tidak usah mi instan, makanan yang baik tapi kita makannya secara tidak tepat misal berlebihan, ya jadinya tidak baik,” katanya. Orang awam mengira konsumsi mi instan harusnya dibatasi misal dua minggu sekali atau satu bulan sekali. Namun menurut dr Nany, sebenarnya ini tidak harus dibatasi dengan ukuran tertentu, karena ini tergantung pada siapa yang makan dan bagaimana mengolahnya.

Sumber:Detik

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

5 Fakta Celine Evangelista Yang Dikabarkan Retak Rumah Tangganya Dengan Stefan William

JAKARTA - Celine Evangelista Monika Maureen Ricci yang lebih dikenal dengan Celine Evangelista adalah seorang model dan aktris asal...

Pelanggan PLN Keluhkan Tagihan Listrik Sampai Rp68 Juta

JAKARTA -- Seorang pelanggan listrik PT PLN (Persero) mengeluh karena tagihan listrik melambung menjadi Rp68 juta. Merasa terjadi kesalahan, pelanggan tersebut pun menuangkan keluhannya...

PPKM Jawa-Bali, Pelantikan pengurus Karang Taruna Desa Ciampea ditangguhkan

CIAMPEA - Pelantikan Karang taruna Desa Ciampea yang rencananya akan digelar pada Rabu, 20 Januari 2021 ditangguhkan. Pasalnya, ditangguhkan nya pelantikan Karang taruna tersebut...

TNI AL Tembus Daerah Terisolasi Banjir di Kalimantan Selatan

JAKARTA - Tim Search and Rescue (SAR) Banjir TNI Angkatan Laut untuk Provinsi Kalimantan Selatan menyisir daerah-daerah terisolasi yang terkena musibah banjir,...

91 Personil TNI AL Diterjunkan Bantu SAR di Kalimantan Selatan

JAKARTA - Sebanyak 91 personel TNI Angkatan Laut diterjunkan dalam membantu proses evakuasi dan distribusi untuk korban banjir di Kalimantan Selatan dengan peralatan SAR...

Berita Terkait
publikbicara.com