Puluhan Ibu-Ibu Datangi Kantor Desa Banyuwangi Pertanyakan BST

Berita Populer

Aksi Pencurian Kambing Digagalkan Warga

LEUWISADENG - Saat warga sedang melaksanakan ibadah sholat tarawih, kawanan maling beraksi hendak mencuri kambing milik warga di...

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Ada Perbaikan di Jalan Raya Cigudeg, Arus Lalin Macet

CIGUDEG - Ruas jalan raya Cigudeg-Jasinga sedang dilakukan pengerjaan pengecoran jalan di kilometer 38, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor sebabkan...

Camat Leuwisadeng Minta Warga Tingkat Siskamling

LEUWISADENG - Adanya aksi kawanan pencurian di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang berhasil di gagalkan oleh warga di...

Mendag Bakal Perketat Perdagangan E-Commerce Yang Nakal

JAKARTA -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan regulasi untuk mengatur dan memperketat perdagangan e-commerce. Ini dilakukan...
- Advertisement -

CIGUDEG – Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) yang didominasi kaum Ibu-ibu datangi kantor Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, pertanyakan bantuan sosial tunai (BST) Kemensos yang tidak diterima dari bulan maret hingga saat ini.

Salahsatu warga yang menyampaikan aspirasi Maryana Pirmansyah mengatakan, bahwa dirinya mengecek di aplikasi datanya itu keluar dan mereka berhak mendapatkan bantuan dari kemensos, tetapi setelah di cek di Kantor Desa itu tidak ada.

“Jadi warga kan penasaran nih, jadi di cek di google keluar hasilnya, bahwa orang tersebut berhak mendapatkan, BST,” ungkap Maryana kepada wartawan media ini, senin (23/11/2020).

- Advertisement -

Lanjut, Maryana menujukan hasil Screnshoot yang sudah di cetak dan tertera atas nama Dayat.

“Inikan kan datanya ada. Ini kan keluarga terdaftar sebagai penerima BST Kemensos atas nama dayat sesuai data, kenyataannya ini nggak, ini kan satu kampung saja, kalo di hitung satu Desa itu banyak, ratusan lah kalo di hitung,” cetusnya.

- Advertisement -

Maryana menyampaikan, bahwa permintaan tuntutan dari warga tersebut dapat segera diselesaikan.

“Itukan ada tahapannya dari tahap 1 sampai tahap 8, dari bulan Maret sampai saat ini,” pintanya.

Ditempat yang sama, PJS Kepala Desa Banyuwangi TB Mahpudin berkilah, bahwa BST Kemensos tersebut dari awal sudah di sosialisasikan, bahwa BST ini tidak boleh di berikan kepada KPM yang sudah mendapatkan bantuan lain dari pemerintah baik itu Banprof, PKH atau lainnya.

- Advertisement -

“Itu tidak boleh tumpang tindih. Karena telah terjadi ada yang tumpang tindih, untuk yang tumpang tindih itu kan kita alihkan, ternyata yang sekarang tidak semuanya dapat,” kilahnya.

(Andri)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Berita Terkait
publikbicara.com