MMD Kalong 2, Sampah Menjadi PR Besar

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

LEUWISADENG – Sesuai program dari Puskesmas Leuwisadeng, Pemerintah Desa (Pemdes) Kalong 2, adakan kegiatan musyawarah masyarakat desa (MMD) yang merupakan program tahunan yang mempertemukan perwakilan warga dan para kader untuk membahas hasil kajian tentang kesehatan.

Ditemui usai kegiatan yang dilaksanakan di aula Kantor Desa setempat PJS Kepala Desa Kalong 2 Engkos Kosasih menyampaikan, bawa hasil kajian di lapangan penelitian atau analisis tentang kesehatan, dimana hasil analisis tersebut dengan team dari kesehatan ternyata masih banyak kelemahan-kelemahan.

“Berkaitan dengan sampah masyarakat disini karena tidak ada tempat dan kita juga dari Desa untuk menyiapkan tempat sampah itu tidak ada lahan nya sehingga sampah itu masyarakat membuangnya ke kali dan itu memang PR besar,” ujar Engkos kepada wartawan media ini, Senin (23/11/2020).

- Advertisement -

Bahkan kata Engkos, ia sudah menyarankan ke para ketua RT dan RW agar membuat Bank sampah, dimana Bank sampah itu di kelola oleh masyarakat dan sampah tersebut di olah menjadi dua, yakni sampah organik dan non organik.

“Itu bisa dijadikan pupuk kompas tapi dengan proses harus ada mesin pembuat kompas tersebut,” katanya.

Sementara, lanjut Engkos menyampaikan dimasa pandemi Covid-19 ini tidak bisa dianggap enteng sehingga Pemdes Kalong 2 menghimbau warga untuk menerapkan 3M.

- Advertisement -

“Untuk itu Pemdes menyarankan ketika keluar rumah ataupun sedang berkerumun agar menjaga jarak dan ememakai masker,” ungkapnya.

Engkos berharap, masyarakat dapat menyadari karena kesehatan ini sangat penting, karena tidak akan bisa beraktifitas tanpa kondisi badan yang sehat.

“Kemudian dibidang kesehatan lain masih banyak, termasuk saya ingin membuat IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) tapi tidak ada dana nya, tapi insya Allah dengan para RT dan RW akan musyawarah bagaimana mencari solusi termasuk sampah tersebut, agar lingkungan tercipta indah, aman dan sedap dipandang,” harapnya.

- Advertisement -

Engkos menghimbau, kepada warganya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan.

“Saya menghimbau kepada warga masyarakat untuk meningkatkan kesadaran betapa penting nya kesehatan itu. Himbauan masyarakat terutama di masing-masing lingkungan agar membuat tong sampah atau sampah tersebut dibakar. itukan salah satu untuk menekan agar tidak dibuang ke kali, kemudian setiap warga agar membakar saja saja sampah tersebut dan jangan dibuang kesembarang tempat,” tegasnya.

(Agung)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com