Ade Yasin dan Putrinya Terpapar Covid-19

Berita Populer

Aksi Pencurian Kambing Digagalkan Warga

LEUWISADENG - Saat warga sedang melaksanakan ibadah sholat tarawih, kawanan maling beraksi hendak mencuri kambing milik warga di...

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Ada Perbaikan di Jalan Raya Cigudeg, Arus Lalin Macet

CIGUDEG - Ruas jalan raya Cigudeg-Jasinga sedang dilakukan pengerjaan pengecoran jalan di kilometer 38, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor sebabkan...

Camat Leuwisadeng Minta Warga Tingkat Siskamling

LEUWISADENG - Adanya aksi kawanan pencurian di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang berhasil di gagalkan oleh warga di...

Mendag Bakal Perketat Perdagangan E-Commerce Yang Nakal

JAKARTA -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan regulasi untuk mengatur dan memperketat perdagangan e-commerce. Ini dilakukan...
- Advertisement -

BOGOR-Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Bogor. Bupati Bogor Ade Yasin dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, putri tercintanya, Nadia Husna Humaira, ikut terpapar. Hal itu diumumkan langsung Ade Yasin melalui keterangan tertulis, kemarin.

Orang nomor satu di Ka­bupaten Bogor itu juga me­mohon doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor atas kesembuhannya. ”Di tengah padatnya aktivitas yang saya jalani, saya rutin mela­kukan pemeriksaan reguler dengan swab test. Dan hasil terakhir, saya dinyatakan po­sitif Covid-19,” kata Ade Yasin, kemarin.

”Karena itu, mohon doa dan dukungannya agar saya se­gera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Tak lupa saya pun mendoakan kepada seluruh warga Kabu­paten Bogor agar selalu di­beri kesehatan dan terhindar dari Covid-19,” sambungnya.

- Advertisement -

Ade Yasin juga meminta masyarakat Kabupaten Bogor menerapkan protokol kese­hatan agar terhindar dari Covid-19. ”Saya berpesan kepada semuanya, Covid-19 bisa mengenai siapa saja. Te­tap patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan handsanitizer/sabun, serta perkuat daya tahan atau imunitas tubuh kita,” pesannya.

Soal putrinya yang ikut ter­papar, Ade Yasin menduga Nadia Husna Humaira tertu­lar olehnya. Sebab, anak per­tamanya itu kerap tidur ber­samanya. ”Nadia juga hasilnya pada hari ini (kemarin, red) dinyatakan positif Covid-19,” katanya. ”Nadia positif Co­vid-19 karena memang dia sekamar sama saya. Karena memang sepeninggal suami saya, 50 hari lalu, Nadia sel­alu menemani saya tidur,” sambungnya.

Meski demikian, ia meya­kini dari sejumlah keluarga yang tinggal bersamanya, hanya Nadia dan dirinya yang terkonfirmasi positif Covid-19. ”Anak saya yang laki-laki al­hamdulillah negatif. Seluruh keluarga yang tinggal di sini sudah di-swab, hanya kami berdua yang positif,” ucapnya.

- Advertisement -

Bupati Bogor pun kembali meminta doa dari seluruh ma­syarakat Kabupaten Bogor agar segera disembuhkan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. ”Doakan kami semua agar kami bisa kembali sehat dan bisa beraktivitas kembali melayani masyarakat Kabupa­ten Bogor,”harapnya.

Terpisah, Ketua Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Rudy Sus­manto mendoakan agar Bu­pati Bogor Ade Yasin lekas pulih usai terkonfirmasi Co­vid-19. Hal itu disampaikan­nya usai rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (18/11).

“Kami mendoakan Bupati Bogor agar cepat sehat, cepat pulih, diangkat penyakitnya dan bisa beraktivitas lagi dan dapat memimpin Kabupaten Bogor kembali secara langs­ung,” harapnya.

- Advertisement -

Di samping itu, Rudy menga­presiasi langkah bupati Bogor yang langsung mengumum­kan statusnya positif Covid-19. Langkah yang diambil bu­pati Bogor merupakan bentuk keterbukaan, sehingga pihak-pihak terkait bisa cepat mela­kukan langkah antisipasi.

“Saya mengapresiasi langkah yang diambil Bupati Bogor yang menunjukkan Covid-19. Itu bukan aib dan jangan ditutup-tutupi. Siapa pun yang terkonfirmasi Covid, dia harus terbuka seperti Bupati Bogor. Apalagi dia pejabat publik. Beliau memberikan contoh keterbukaan publik,” terang­nya.

Sebab, menurut Rudy, me­nyembunyikan status positif akan membahayakan orang lain. Terlebih jika yang terpa­par adalah pejabat publik.

Sebagai penyintas Covid-19, Rudy berharap langkah yang diambil bupati Bogor juga diikuti pejabat lain jika ada yang terpapar Covid-19. “Ka­lau kita terkonfirmasi positif tapi pura-pura tidak positif, itu yang membahayakan. Jadi keputusan Bupati men­gumumkan statusnya patut diapresiasi,” ungkap Rudy.

Meski harus menjalani iso­lasi, Rudy mengaku roda Pe­merintahan Kabupaten Bogor tetap berjalan. Terlebih bu­pati Bogor telah melakukan komunikasi dengan dirinya bahwa ia akan tetap mengik­uti sejumlah agenda strategis secara virtual.

“Kami di DPRD mendoakan agar Bupati segera sehat, se­gera pulih. Karena sebagai kepala daerah, di akhir tahun ini banyak kebijakan strategis yang perlu beliau ambil. Tapi beliau juga konfirmasi ke saya tetap akan melaksanakan aktivitas lewat virtual. Itu juga perlu diapresiasi. Karena meski dalam kondisi sakit dan isolasi mandiri, beliau tetap menjalankan roda pemerin­tahan,” pungkasnya.

Sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Berita Terkait
publikbicara.com