DKI Siapkan Aturan Tentang Perayaan Natal dan Tahun Baru di Tengah Pandemi

Berita Populer

Aksi Pencurian Kambing Digagalkan Warga

LEUWISADENG - Saat warga sedang melaksanakan ibadah sholat tarawih, kawanan maling beraksi hendak mencuri kambing milik warga di...

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Ada Perbaikan di Jalan Raya Cigudeg, Arus Lalin Macet

CIGUDEG - Ruas jalan raya Cigudeg-Jasinga sedang dilakukan pengerjaan pengecoran jalan di kilometer 38, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor sebabkan...

Camat Leuwisadeng Minta Warga Tingkat Siskamling

LEUWISADENG - Adanya aksi kawanan pencurian di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang berhasil di gagalkan oleh warga di...

Mendag Bakal Perketat Perdagangan E-Commerce Yang Nakal

JAKARTA -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan regulasi untuk mengatur dan memperketat perdagangan e-commerce. Ini dilakukan...
- Advertisement -

Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku tengah menyiapkan aturan tentang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2020 di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Pemprov DKI Jakarta masih melakukan pembahasan.

“Kita diskusikan, pelajari,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (16/11).

Riza menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan melakukan evaluasi atas apa yang sudah terjadi selama pandemi virus corona di ibu kota. Pemprov DKI juga melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang selama ini telah dilakukan.

- Advertisement -

Semua itu dilakukan agar aturan tentang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 bisa lebih baik.

“Dari pengalaman kemarin, kita akan evaluasi yang lebih baik lagi, supaya kegiatan-kegiatan ke depan akan lebih baik,” kata Riza.

Meski belum merinci, Riza mengatakan bahwa aturan tentang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 tetap harus mengacu kepada sejumlah regulasi yang ada. Baik itu undang-undang, ketentuan dan peraturan daerah maupun peraturan gubernur.

- Advertisement -

“Nanti semua akan diatur sesuai aturan yang ada,” ungkapnya.

Sampai dengan Senin (16/11), jumlah kasus positif virus corona di Jakarta mencapai 119.633 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110.221 orang dinyatakan sembuh, dan 2.455 dinyatakan meninggal dunia.

Jumlah kasus aktif di Jakarta sampai hari ini sebanyak 6.957 kasus. Mereka masih menjalani perawatan atau diisolasi.

- Advertisement -

Penerapan protokol kesehatan di masa PSBB Transisi yang berlaku di DKI Jakarta sejauh ini mendapat kritikan publik. Tak lepas dari pengumpulan massa abai protokol kesehatan di kediaman petinggi FPI Rizieq Shihab bilangan Petamburan.

Pemprov DKI Jakarta lantas memberikan sanksi berupa denda Rp50 juta terhadap FPI. Pihak FPI mengklaim sudah membayar denda tersebut.

Namun, sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta dipanggil Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Salah satu pejabat yang dipanggil adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sumber:Cnn indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Konsleting Listrik, Bangunan Ponpes di Cigudeg Terbakar

CIGUDEG - Diduga akibat konsleting listrik sebuah bangunan pondok pesantren milik ustad Dodi di kampung susukan, Desa Banyuwangi, Kecamatan...

Berita Terkait
publikbicara.com