23.7 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Reses DPRD Kabupaten Bogor di Sukajaya, Focus Pada Pemulihan Pasca Bencana

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

Pemdes Sadeng Bantu Produksi Anyaman Bambu Mista

LEUWISADENG - Mista (51) diusianya yang tidak lagi muda ia masih tinggal sebatang kara di dalam rumah panggung di...

Seseorang Tak Dikenal Mengamuk Di DPKPP Kab Bogor Satu Security Wanita Luka Di Wajah

BOGOR-Kejadian tak terduga terjadi di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor pada hari ini, 22 Februari...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Carut Marut Proyek Renovasi Stadion Pakansari, DPRD Panggil Kadispora

CIBINONG-Carut marut pelaksanaan proyek renovasi stadion Pakansari, Cibinong berbuntut panjang, DPRD Kabupaten Bogor dalam menjalankan fungsi pengawasannya memanggil Kepala...
- Advertisement -

SUKAJAYA – Reses Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bogor Dapil 5 di Kecamatan Sukajaya dimaksudkan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat tersebut diharapkan ada percepatan kaitan Infrastruktur dan pemulihan ekonomi pasca bencana, Jumat (13/11/2020).

Seperti diungkapkan Anggota Komisi III DPRD kabupaten Bogor Aan Triana Almuharom bahwa, yang diharapkan adalah percepatan pemulihan kaitan dengan infrastruktur pasca bencana.

“Yang kita harapkan adalah percepatan kaitan dengan insfratuktur pasca bencana, terus yang kedua tadi pemulihan ekonomi sangat penting sekali, karena yang kita rasakan masyarakat kita banyak yang masih tinggal dipengungsian jadi pengangguran, sehingga tidak ada roda perekonomian yang jalan,” ungkap Aan Triana politisi dari Fraksi Partai Golkar tersebut kepada Wartawan.

- Advertisement -

Karena, Sambung Aan, berdasarkan rekomendasi dari para Kepala Desa yang mewakili dari sebelas Desa yang ada di Kecamatan Sukajaya, mereka menolak untuk bedol Desa (Relokasi-Red).

“Mereka (Warga-red) menolak untuk dipindahkan ke Kecamatan lain, karena pertimbangan nya ketika mereka dipindahkan ke Kecamatan lain bagaimana dengan pertanian mereka yang sehari-hari sebagai petani dan seterusnya, itu akan lebih besar lagi biaya hidupnya,” ucapnya.

- Advertisement -

Aan Triana meminta kepada dinas keterkait untuk turun dulu ke lapangan. Benar tidak kajian Geologi itu di lakukan.

“Kalau bicara zona merah, pantai-pun zona merah. Ya kan, kita jauh dari pantai tapi kenapa?, ini harus di bedah lebih dalam lagi, artinya jangan membuat keputusan yang memang dasar nya belum di konsultasikan secara menyeluruh terhadap kondisi yang ada dilapangan.
kita belajar dari Huntara kemarin, karena telat dan seterusnya sehingga banyak huntara yang tidak di isi, akhirnya kan buang-buang anggaran juga kan sayang, mendingan kita alihkan untuk kepentingan yang lain” ujarnya.

Reses DPRD Kabupaten Bogor Masa Persidangan 1 Tahun 2020 tersebut berlangsung di aula kantor kecamatan yang juga turut dihadiri para Kepala UPT, Muspika Kecamatan Sukajaya, MUI Kecamatan, Para Kepala Desa dan para Tokoh masyarakat Sukajaya.

- Advertisement -

(Fahri/Agung)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Kisah Janda Tua Yang Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Seorang warga miskin terdampak, Nenek Ane (50 tahun) seorang janda yang tinggal di rumah reyot berdinding bilik...

Berita Terkait
publikbicara.com