Di PHK, Saad Meraup Untung Berternak Kelinci

Berita Populer

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

Lantik Pengurus Ranting Tegal, Ini Pesan Ketua PAC PP Kemang

KEMANG - Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila melaksanakan Rapat Pemilihan Pengurus Ranting Pemuda Pancasila (RPPR PP) Desa Tegal,...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Pohon Berusia 15 Tahun Tumbang Timpa Tembok Kecamatan Leuwisadeng

LEUWISADENG - Pohon mahoni berusia sekitar 15 tahun tumbang dan menyebabkan tembok kantor Kecamatan Leuwisadeng Roboh pada, Senin...
- Advertisement -

KEMANG – Beternak kelinci merupakan salah satu usaha yang bisa dibilang menjanjikan, karena memiliki peluang keuntungan yang besar, jika ditekuni secara serius. Seperti yang dilakukan Saad Saputra, warga Kampung Kemang Gg Kangkung RT 04/01, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, paska di PHK di masa Pandemi Covid-19.

“Ada 200 ekor kelinci jenis Fuzilop, Rex, Holand, Lokal dan jenis Nederland. Saya mulai beternak sejak 7 bulan lalu karena akibat PHK. Saya memumtar otak bagaimana caranya saya biaa mendpatkan uang dimasa pandemi. Demgan modal seadanya saya mulai berternak kelinci jenis ini,” uajar Saad di lokasi peternakan, Kamis (12/11).

Masih kata Saad, untuk perawatan kelinci sebenarnya tidak sulit, cukup dengan membersihkan kandang minimal sehari sekali dan penyemprotan antiseptik pada kandang 2 kali sehari. Sedangkan untuk pakan diberi dua kali satu hari yaitu pagi dan sore.

- Advertisement -

“Pakan cukup menggunakan pelet khusus kelinci dan rerumputan seperti kangkung, karena saat ini musim penghujan saya memberi pakan dengan pelet saja. Untuk pembeli ada yang datang langsung ke kandang ada juga yang lewat online. Untuk harga. Fuzilop anakan Rp 150 ribu dan Dewasa Rp 250-500 ribu, jenis Rex anakan  Rp 120-200 ribu, jenis Holand anakan Rp 250-500 ribu, Dewasa Rp 500 sampai Rp 1,5 juta, Jenis Lokal Rp 50 sampai Rp100 ribu, dan terakhir jenis Nederland Rp 80 sampe 150 ribu,” tambahnya.

Dirinya mengaku, tidak takut kalau tidak laku, pembelinya banyak, tidak hanya lokal Bogor, tapi dari Jakarta, Bandung, dan Tangerang.”Selain itu, untuk kotoran kelinci, saya memanfaatkannya untuk pupuk, seperti air kencing kelinci diambil pelanggan untuk dibuat menyemprot tanaman, dengan harga perliternya Rp 10 ribu,” tukasnya.

- Advertisement -

(Cep Rendra)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...

Berita Terkait
publikbicara.com