Pemerintah Konsultasi Dengan KPK dan BPK Untuk Pencairan BLT Gaji

Berita Populer

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Bupati Bogor Bagi Penghargaan, Honor Nakes Sempat Telat Dua Bulan

CIBINONG-Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan apresiasi kepada 200 orang mulai dari Kepala Desa hingga RT/RW, Babinsa dan Babinkamtibmas se...

Konsleting Listrik, Satu Rumah Hangus Terbakar

CIBUNGBULANG-Sebuah rumah di perumahan Citoh, Cluster Panca Blok M, nomor 23, Kecamatan Cibungbulang, hangus dilalap si jago merah pada...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...
- Advertisement -

JAKARTA — Pemerintah mengaku akan berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memproses pencairan bansos tunai (BLT) subsidi gaji pekerja di bawah Rp5 juta. Rencananya, BLT pekerja cair mulai hari ini, Senin (9/11).

“Kami akan konsultasikan kembali dengan KPK dan BPK untuk proses lebih lanjut,” tutur Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan resmi.

Ida mengatakan jumlah penerima BLT gelombang kedua kemungkinan lebih sedikit dari gelombang pertama. Sebab, ada beberapa penerima BLT gelombang pertama yang memiliki gaji di atas Rp5 juta.

- Advertisement -

“Jadi kemarin KPK merekomendasikan agar datanya dipadankan dengan wajib pajak, ternyata ditemukan ada yang gajinya di atas Rp5 juta,” kata Ida.

Meski begitu, mayoritas penerima adalah pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta. Selanjutnya, pihak Kementerian Ketenagakerjaan akan berdiskusi dengan KPK dan BPK untuk meminimalisir kesalahan penyaluran BLT.

Diketahui, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp37,7 triliun dalam menyalurkan BLT kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.

- Advertisement -

Targetnya, dana itu disalurkan untuk 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020.

Sejauh ini, BLT sudah disalurkan untuk 12,4 juta penerima. Masing-masing penerima mendapatkan dana sebesar Rp2,4 juta.

Namun, penyalurannya dilakukan dalam dua gelombang. Untuk gelombang pertama dan gelombang kedua masing-masing diberikan sebesar Rp1,2 juta.

- Advertisement -

Sumber:Cnn indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Hari Obesitas Sedunia : Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Bahaya Obesitas

JAKARTA -- Hari Obesitas Sedunia diperingati pada 4 Maret setiap tahunnya. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan...

Berita Terkait
publikbicara.com