25.4 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Bupati Bogor Sayangkan Banyak Vila Tak Berizin Di GSE

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

Pemdes Sadeng Bantu Produksi Anyaman Bambu Mista

LEUWISADENG - Mista (51) diusianya yang tidak lagi muda ia masih tinggal sebatang kara di dalam rumah panggung di...

Seseorang Tak Dikenal Mengamuk Di DPKPP Kab Bogor Satu Security Wanita Luka Di Wajah

BOGOR-Kejadian tak terduga terjadi di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor pada hari ini, 22 Februari...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Carut Marut Proyek Renovasi Stadion Pakansari, DPRD Panggil Kadispora

CIBINONG-Carut marut pelaksanaan proyek renovasi stadion Pakansari, Cibinong berbuntut panjang, DPRD Kabupaten Bogor dalam menjalankan fungsi pengawasannya memanggil Kepala...
- Advertisement -

PAMIJAHAN – Bupati Bogor Ade Yasin sangat menyangkan lemahnya pengawasan banggunan liar dan vila tak berizin menyebabkan wilayah Kecamatan Pamijahan rawan kekeringan air.

Padahal, ketika dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor, tidak sedikit vila liar termasuk banggunan yang tak berizin di dorong untuk di tertibkan Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Dulu waktu saya jadi anggota Dewan, Vila yang tak berizin di tindak. Malahan, ada Vila milik pejabat juga ikut dibongkar,” ujar Ade Yasin saat mengelar Mampay Lembur di Kecamatan Pamijahan.

- Advertisement -

Dirinya sangat menyangkan, masih ada laporan akan banyaknya Vila liar di wilayah Kecamatan Pamijahan.

Dampak dari banyak bangunan liar, berimbas resapan air banyak yang mengering. Padahal, Kecamatan Pamijahan merupakan wilayah resapan air.

“Harus kita galakan kembali pengawasan bangunan liar dan vila yang tak berizin. Apalagi wilayah Pamijahan merupakan wilayah resapan air,” tegasnya.

- Advertisement -

Saat berdialog dengan masyarakat Pamijahan, sambung Ade Yasin. Ia juga
mendengarkan langsung keluhan warga terkait kesulitan air. Karena kondisi saat ini masih pandemi Covid 19, sehingga pemerintah masih konsen pelaksanaan penanganan Covid 19. Setelah beres Covid 19, Nobat bakal kembali di gencarkan lagi.

“Perlu ada ketegasan dari pihak Perhutani akan banyaknya vila liar di wilayah GSE. Ketika sudah ada laporan dari Perhutani, nanti kita dorong dari segi penindakannya,” katanya.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor menĀ­datangi tempat wisata di kawasan Gunung Salak Endah (GSE), Kecamatan Pamijahan. Inspeksi mendadak (sidak) kali ini sebagai tindak lanjut mengenai banyaknya vila yang mengemplang pajak. Total dari 344 vila di Kecamatan Pamijahan, hanya sebelas vila yang membayar pajak.

- Advertisement -

(Fahri)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Kisah Janda Tua Yang Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Seorang warga miskin terdampak, Nenek Ane (50 tahun) seorang janda yang tinggal di rumah reyot berdinding bilik...

Berita Terkait
publikbicara.com