Kakak Beradik Asal Cileungsi, Bogor Juarai Karate di Brazil

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

CILEUNGSI-Warga Kabupaten Bogor patut berbangga diri. Kakak beradik asal Cileungsi, Zahran Kautsar Fortius Kamarullah (10) dan Zahira Aulyanissa Putri Kamarullah (7), berhasil menjuarai kompetisi kejuaraan World Karate Championship di Brazil. Kompetisi itu dilakukan secara virtual pada Jumat hingga Sabtu (30-31/10).

Kedua siswa SDN Nyalin­dung, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, itu berhasil menjuarai di masing-masing ka­tegori. Pada World Karate Champioship ini, Zahran menduduki posisi ketiga se­bagai juara Kata U-11 dan Zahira meduduki posisi per­tama sebagai juara Kata Pra Usia Dini Putri. “Saya sangat bersyukur mereka berhasil jadi juara di tingkat dunia,” kata sang ayah, Nurul Kamarul­lah. ­

Menurutnya, kegemaran kedua anaknya terhadap seni bela diri ini sudah tumbuh sejak kecil. Tepatnya sejak mereka sering diajak ke tem­pat berlatih karate, di mana ia merupakan seorang Sensei (guru, red) karate. “Mereka berlatih karena sering ikut saya melatih, sewaktu kecil mereka sudah akrab dengan karate. Bahkan sejak umur dua tahun sudah menunjukan bakatnya,” ucapnya.

- Advertisement -

Nurul menuturkan, Zahran merupakan anak dengan usia termuda yang telah menca­pai tingkatan sabuk hitam pada INKADO se-Indonesia sejak berusia sembilan tahun. “Zahran dan Zahira mulai berlatih karate pada usia masing-masing empat tahun,” ujarnya.

Untuk diketahui, Zahran mulai mengikuti kejuaraan karate sejak 2017 pada tingkat provinsi dan meraih juara kedua pada KUMITE Pra Usia Dini Putra. Sedangkan Zahi­ra mulai mengikuti kejuaraan karate sejak 2018 di Jakarta yang juga meraih juara kedua pada Kata Pra Usia Dini Put­ri.

Di dinding rumahnya ter­pampang sederet foto-foto kejuaraan yang pernah diraih keduanya. Begitu banyak kejuaraan-kejuaraan yang telah diikuti serta kemenangan yang telah diraih keduanya hingga pada saat ini mereka dapat meraih kejuaraan ting­kat dunia.

- Advertisement -

sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com