23.7 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Kerjasama TNGHS dan KTH, Diharapkan Dapat Meningkatkan Perekonomian

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

Pemdes Sadeng Bantu Produksi Anyaman Bambu Mista

LEUWISADENG - Mista (51) diusianya yang tidak lagi muda ia masih tinggal sebatang kara di dalam rumah panggung di...

Seseorang Tak Dikenal Mengamuk Di DPKPP Kab Bogor Satu Security Wanita Luka Di Wajah

BOGOR-Kejadian tak terduga terjadi di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor pada hari ini, 22 Februari...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Carut Marut Proyek Renovasi Stadion Pakansari, DPRD Panggil Kadispora

CIBINONG-Carut marut pelaksanaan proyek renovasi stadion Pakansari, Cibinong berbuntut panjang, DPRD Kabupaten Bogor dalam menjalankan fungsi pengawasannya memanggil Kepala...
- Advertisement -

NANGGUNG – Adanya perjanjian kerjasama kemitraan konservasi antara Balai taman nasional gunung halimun salak (TNGHS) dan kelompok tani hutan (KTH) di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor diharapkan dapat meningkatkan prekonomian warga.

Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Malasari Andi Zaelani Firdaos yang menyambut baik kerjasama kemitraan tersebut.

“Sangat bersyukur sekali, karena di Desa Malasari itu tadi sudah dikatakan bahwa hampir 90 persen wilayahnya ada di kawasan taman nasional, dengan adangan program seperti ini mungkin masyarakat petani lebih leluasa untuk menggarapnya,” ungkap Andi kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

- Advertisement -

Lahan THGS yang bakal digarap oleh para petani ada 40, 2 Hektare untuk lima tahun kedepan, sedangkan mekanisme pembagian lahannya itu kata Andi “itu nanti akan diatur dari kelompok KTH nya tersebut,” pungkasnya.

Andi berharap, dengan adanya kerjasama konservasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan prekonomian warga yang memang mayoritas petani.

“Kalau kita lihat dari segi positif nya sangat banyak, karena memang mayoritas warga masyarakat di desa malasari itu petani semua, dengan adanya program seperti ini untuk kedepan nya diharapkan bisa meningkatkan prekonomian warga masyarakat di Desa Malasari,” harapnya.

- Advertisement -

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistem (KSDAE ) Wiratno mengatakan, hutan yang ada di indonesia memilik sejarah, tentunya harus di lindungi dan tidak di rusak.

Kerjasama pemanfaatan lahan hutan dengan kelompok tani di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung agar lahan hutan tidak rusak dan gundul.

- Advertisement -

“Uang dari hasil penebangan hutan tentunya tidak akan berkah. Sehingga hutan lindung perlu di jaga bersama-sama,” katanya.

Ia menambah ada 40,2 Hektare lahan yang di manfaat oleh para petani untuk di tanami Jahe Merah, Lengkoas, Kapulaga.

“Saya berharap lahan tersebut bisa di manfaat oleh para petani dalam menjaga kelestarian hutan, ” pintanya.

(Fahri/Cep Rendra)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Kisah Janda Tua Yang Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Seorang warga miskin terdampak, Nenek Ane (50 tahun) seorang janda yang tinggal di rumah reyot berdinding bilik...

Berita Terkait
publikbicara.com