Warga Bogor Jarang Jaga Jarak dan Cuci Tangan Tapi Patuh Pakai Masker

Berita Populer

- Advertisement -

BOGOR – Beberapa hari jelang berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro Komunitas (PSBMK), warga Kota Bogor rupanya harus terus meningkatkan protokol kesehatan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sempat bekerja sama dengan tim riset Social Resilience Lab Nanyang Technological University Singapore, melakukan survei kepada warga Kota Bogor. Rupanya, masih banyak warga belum membiasakan diri cuci tangan dengan baik dan benar.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, hal itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan untuk melihat sejauh mana persepsi warga Kota Bogor terhadap Covid-19 dan kepatuhan protokol kesehatan.

- Advertisement -

“Menariknya, teryata warga paling sulit jaga jarak, paling sering dan paling mudah bagi warga itu pakai masker dan ditengah-tengah itu cuci tangan. Nah masih banyak warga yang belum terbiasa cuci tangan. Padahal jelas, pandemi ini mengharuskan kita menerapkan pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” katanya.

Jika dipersentase, sambung dia, masih ada sekitar 8,1 persen warga Kota Bogor yang mengaku masih jarang atau hanya adang-kadang cuci tangan disaat pandemi ini.

Sedangkan warga yang mengaku sering cuci tangan dari hasil survei ada sekitar 59 persen dan baru 30 persen warga yang mengaku selalu cuci tangan.

- Advertisement -

“Padahal kan kita inginnya yang selalu cuci tangan ini 80 persen. Jadi PR (Pekerjaan Rumah)-nya adalah menjadikan cuci tangan ini kebiasaan,” papar Bima Arya.

Kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan dengan air mengalir ini, kata Bima, memang harus terus didorong. Sebab dari data di Kota Bogor menunjukan bahwa keluarga jadi salah satu klaster penularan Covid-19 yang cukup tinggi.

“Klaster keluarga ini terpapar dari aktifitas luar rumah. Harus dibiasakan pulang dari kantor atau dari luar, cuci tangan pakai sabun. Sebelum dan sesudah makan cuci tangan dan aktifitas lain. Benteng terakhir warga, ya cuci tangan,” tegasnya.

- Advertisement -

Ia pun mengeluarkan Surat Edaran bahwa tiap titik potensi kegiatan orang agar menyediakan fasilitas cuci tangan. Sejauh ini, Pemkot Bogor sudah membangun 2.584 fasilitas cuci tangan yang tersebar di 466 sekolah, 900 masjid, di 1.000 posyandu, di taman dan lain-lain.

“Nomor satu yang terpenting kultur, kebiasaan dibangun, digencarkan melalui sosialisasi dan edukasi. Lalu pembangunan infrastruktur digencarkan di seluruh titik-titik yang betul-betul memerlukan protokol kesehatan,” tukas Bima.

Ada eam langkah mencuci tangan yang direkomendasikan WHO untuk mencegah virus dan bakteri. Yakni basahi tangan dengan air bersih di air mengalir, oleskan sabun secukupnya untuk menutupi semua permukaan tangan dan pergelangan tangan, busa dan gosokkan tangan menyeluruh. Pastikan untuk menggosok semua permukaan tangan, ujung jari, kuku, dan pergelangan tangan.

“Gosok tangan dan pergelangan tangan setidaknya selama 20 detik, bilas tangan dan pergelangan tangan dengan air bersih. Keringkan tangan dan pergelangan tangan dengan handuk bersih atau biarkan mengering,” pungkas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr Sri Nowo Retno.

Sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Peringati Dua Hari Besar Keagamaan, Menteri Johnny: Momentum Bersejarah dan Anugerah Persaudaraan

JAKARTA- Tanggal 13 Mei 2021 diperingati sebagai hari besar dua umat beragama di Indonesia. Pertama, hari raya Idul...

Berita Terkait
publikbicara.com