Janji PT. Acon Turunkan Produksi, Warga : Sama Saja Masih Polusi

Berita Populer

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...

Kabar Duka Dunia Hiburan, Rina Gunawan Meninggal Dunia

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan. Artis Rina Gunawan meninggal dunia. Berita tersebut dibenarkan oleh manager...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

Satu Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Rumah milik keluarga Muhammad Ali yang berlokasi di Kampung Cirangkong RT 16 RW 05, Desa Cemplang, Kecamatan...

Viral, Video Dua Anggota Pol PP Kemang Ketakutan Saat Disuntik Vaksin

KEMANG - Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika...
- Advertisement -

GUNUNGSINDUR – Polemik dugaan pencemaran udara dari asap hasil produksi bata hebel PT. Acon Indonesia yang berlokasi di Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor terus bergulir, warga di lebih dari 3 RW yang melingkupi Desa Curug dan Desa Padurenan keluhkan bau menyengat dan menyesakkan dada, pasalnya asap itu masuk ke wilayah pemukiman mereka, meski upaya mediasi terus dilakukan kedua belah pihak namun masih saja buntu.

Pada, Jumat (23/10) Muspika Gunungsindurbyang dipimpin Camat Yoddi MS Ermaya berupaya memediasi antara perwakilan warga yang meminta pihak Management PT. Acon agar menghentikan sementara produksi hingga instalasi pengolahan limbah selesai dibangun.

Melalui perwakilan management PT. Acon Nata menolak, penghentian produksi dengan alasan nasib karyawan dan meminta keriganan untuk menurunkan kapasitas produksi paralel hingga 50% sambil membangun teknologi pengolahan limbah.

- Advertisement -

“Kalau hentikan produksi kasihan karyawan kami pak, bagaimana kalau kami kurangi kapaitas produksi 50%, tapi jika tetap memaksa kami akan berikan jawaban kepada kepala Desa Curug besok,” ungkap Nata dalam forum mediasi tesebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Curug Edi Mulyadi menyampaikan, bahwa PT. Acon tetap tidak bisa menghentikan produksi, yang bisa mereka lakukan adalah mengurangi kapasitas produksinya saja.

“Saya sudah mendapat jawaban dari PT. Acon bahwa mereka tidak bisa menghentikan produksi, hanya bisa mengurangi kapasitas produksi dan mulai hari ini juga mereka mulai bangun pekerjaan saluran baunya”. Ujar Edi melaui pesan singkatnya.

- Advertisement -

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat yang juga mewakili aspirasi warga dalam mediasi dengan PT. Acon Sulhajji Jompa menegaskan, bahwa alasan yang diutarakan pihak Managenent PT. Acon tidak masuk akal dengan bertameng pada nasib karyawan kalau produksi dihentikan, tapi mereka tidak pernah mau tahu dengan nasib warga yang sehari hari hidup ditengah polusi yang sangat berbahaya bagi kesehatan mereka dan anak-anak mereka.

“Jawabannya tidak bijak, tamengnya nasib karyawan tapi tidak memikirkan nasib warga yang hidupnya menderita menghirup asap polusi yang bahaya baginya dan anak-anaknya, bahkan ada beberapa yang terindikasi ISPA, kami akan bawa mereka ke lab agar komprehensif hasilnya dan bisa jadi bukti kuat untuk menuntut mereka,” cetus Sulhajji.

Dengan solusi yang ditawarkan PT. Acon, Sulhajji menyatakan, warga tetap menolak karena produksi jalan terus, polusi pun lanjut.

- Advertisement -

“Warga menolak, mengurangi atau apapun istilahnya tidak akan menghilangkan polusi, lagian aneh perusahaan sebesar PT. Acon harusnya sudah punya teknologi limbah yang proven sebelum memulai produksi, kenapa baru sekarang mau dimulai di bangun?.Kalau mau bangun installasi penghilang bau silahkan saja, tapi produksi hentikan dulu sementara hingga teknologi tersebut jadi, kalau nanti ternyata gagal gimana? Tetap saja polusi”. tegasnya.

(Tim Redaksi)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Berita Terkait
publikbicara.com