Rupiah Menguat 12 Point, Rp 14.632 Per Dolar AS

Berita Populer

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Bupati Bogor Bagi Penghargaan, Honor Nakes Sempat Telat Dua Bulan

CIBINONG-Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan apresiasi kepada 200 orang mulai dari Kepala Desa hingga RT/RW, Babinsa dan Babinkamtibmas se...

Konsleting Listrik, Satu Rumah Hangus Terbakar

CIBUNGBULANG-Sebuah rumah di perumahan Citoh, Cluster Panca Blok M, nomor 23, Kecamatan Cibungbulang, hangus dilalap si jago merah pada...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...
- Advertisement -

Jakarta — Nilai tukar rupiah bertengger di level Rp14.620 per dolar AS pada Kamis (22/10) pagi. Posisi ini menguat 12 poin atau 0,09 persen dari Rp14.632 pada Rabu (21/10).

Rupiah menguat bersama peso Filipina 0,01 persen. Sementara dolar Hong Kong yang stagnan.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia melemah dari dolar AS. Won Korea melemah 0,12 persen, ringgit Malaysia minus 0,12 persen, baht Thailand minus 0,12 persen, yen Jepang minus 0,1 persen, yuan China minus 0,09 persen, dan dolar Singapura minus 0,04 persen.

- Advertisement -

Seluruh mata uang utama negara maju juga melemah dari dolar AS. Dolar Australia melemah 0,31 persen, dolar Kanada minus 0,2 persen, rubel Rusia minus 0,18 persen, euro Eropa minus 0,12 persen, franc Swiss minus 0,09 persen, poundsterling Inggris minus 0,07 persen.

Kendati dibuka menguat, Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra melihat penguatan nilai tukar rupiah berpotensi tertahan pada hari ini karena pelaku pasar di dalam negeri mulai mewaspadai demo penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (UU Ciptaker) lagi.

“Pasar masih mewaspadai demo buruh hari ini, potensi kisaran Rp14.600 sampai Rp14.750 per dolar AS,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/10).

- Advertisement -

Selain itu, rupiah juga dibayangi oleh kelanjutan pembicaraan paket stimulus ekonomi paket kedua dari AS. Kabar terakhir, DPR AS meyakini stimulus bisa diberikan sebelum gelaran pemilihan umum di Negeri Paman Sam.

“Semakin lama dikeluarkannya stimulus, pemulihan ekonomi AS semakin tertekan. Kekhawatiran pasar ini mendorong penguatan dolar AS kembali,” katanya.

Sumber:Cnn indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Penerapan Ganjil Genap Kota Bogor, Kasus Covid-19 Menurun

BOGOR-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi menghentikan sementara kebijakan Ganjil Genap di Kota Bogor selama dua akhir pekan kedepan. Sebab...

Berita Terkait
publikbicara.com