Masa Pandemi, PT Adaro Energy Tbk Tidak Mem-PHK Satu Pun Pekerjanya

Berita Populer

- Advertisement -

Kalsel – Perusahaan dengan jumlah pekerja ribuan, apalagi puluhan ribu, banyak yang dibuat kelimpungan di masa pandemi ini. Bisnis yang lesu, membuat mereka memangkas gaji pekerja bahkan melakukan PHK pun dianggap sebagai siasat bisnis yang wajar.

Tapi ternyata tak semua perusahaan melakukan langkah pahit seperti itu. Meski punya pekerja yang jumlahnya sampai 20 ribu orang, serta ikut terdampak pandemi yang membuat bisnis lesu, namun PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengaku tak mem-PHK satu pun pekerjanya.

Tak sekadar menghindari PHK, Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir, bahkan mengklaim tak memangkas bonus bagi pekerjanya.
“Sampai hari ini kita masih kerja full. Belum ada PHK, belum ada pengurangan gaji, belum ada pengurangan bonus, walaupun dalam kondisi sangat sulit,” kata dia dalam media gathering syukuran HUT Adaro yang ke-28 tahun secara virtual, Selasa (20/10) malam.

- Advertisement -

Salah satu pekerja menggunakan salah satu alat yang ada pada Water Treatment Park PT. Adaro Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Kakak kandung dari Menteri BUMN Erick Thohir itu menyatakan, salah satu kiatnya mampu bertahan di masa pandemi ini adalah melakukan efisiensi ketat. Tapi di luar itu, yang paling menentukan adalah dengan melakukan diversifikasi usaha.

“Kita lakukan efisiensi sen demi sen, kalau perlu jangan kurangi gaji pekerja lah, tapi gaji saya dulu. Sebab kondisi sulit, badai belum berlalu,” ujar Boy, sapaan akrab Garibaldi.

Boy mengungkapkan krisis yang dihadapi saat ini lebih buruk dari krisis 1998 dan 2008 sebab merugikan banyak elemen, terutama pedagang kecil. Dia menyebut pandemi ini merupakan super crisis. Meski begitu, dia bersyukur perusahaannya yang saat ini berusia 28 tahun bisa bertahan.

- Advertisement -

Garibaldi Thohir, Presiden Direktur Adaro Energy Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Boy mengatakan, jika perusahaannya tidak melakukan diversifikasi pada lini bisnisnya dan hanya fokus pada tambang batu bara seperti 15 tahun lalu, Adaro tidak akan bertahan dari dampak pandemi saat ini.

Saat ini, Adaro tidak hanya berbisnis tambang batu bara, tapi masuk ke Adaro Services, Adaro Logistics, Adaro Power, Adaro Land, Adaro Water, Adaro Capital dan Adaro Foundation.
“Alhamdulillah banget Adaro integrated dari batu bara sampai listrik, di sini membuktikan bahwa bisnis model kita benar, dalam kondisi sulit ini sangat membantu sebab kontribusi dari non-batu bara sudah 50:50. Kita enggak bisa bayangkan kalau bisnis modelnya kayak 15 tahun lalu, mungkin Adaro enggak bisa survive hari ini,” ujarnya

Sumber : Kumparan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Alasan Mengapa PS5 Langka di Pasaran

JAKARTA - Setelah sukses diluncurkan pada November 2020, PS5 masih sulit didapatkan hingga saat ini. Penyebabnya yakni sulitnya mendapatkan...

Berita Terkait
publikbicara.com